Karma
December 30, 2008

Pernah berucap/mengkutuk sesuatu yang berkaitan dengan karma, eh ndilalah (sepertinya)kejadian??
hwell, I cannot say that it is really happened yet… but…
sumpah, pas kalimat itu keluar dari mulutku dulu, betul2 sebatas emosi remaja tanggung yang tolol, gak mikir kedepan atau bahwa itu akan terwujud..
“Mas, adik2 mu perempuan semua, jangan sampe karena ulah kamu mereka sampe sakit seperti sakitnya aku sekarang..jangans ampe mereka yang kena karma kamu”
“ah tahyul! sorry ya ‘ta, aku gak percaya model begitu. Ga ada istilah karma, salahku aku tanggung sendiri!”
“ya mas, lihat saja nanti.. makasih atas semua, termasuk sakit yang dalam ini”
sepuluh tahun lebih berlalu, hidup sudah berganti dan berubah dengan cepatnya…
tak sengaja kusaksikan sendiri untaian kata dari adiknya yang ternyata benar tersakiti karena pria, didalam ketegarannya, menyesali ataupun memaki menyumpah dan menyerapah pria-pria yang lewat di kehidupannya… terselip kesedihan yang dia sendiri bingung kenapa harus dia lewati. jelas benar pesan itu kutanggap. semula tak kupikirkan apapun, tapi aku terkesiap begitu ingat baris kalimat percakapanku terakhir sebelum aku meminta muka untuk bisa meninggalkannya dalam sakit, kedustaan, pengkhianatan dan kejahatan yang ia lakukan tanpa rasa bersalah yang dia nyatakan…
sedikit lonjakan bahagia kurasakan, tapi, hey, seharusnya dia yang menderita! bukan adiknya atau perempuan lain disekitar dia! kulihat dia hidup sewajarmya! it is not fair! dia yang harusnya menderita, diputusin, dibuang, ditendang, atau mungkin kena sakit kelamin! tapi kenapa adiknya yang harus menderita??
jikalau mungkin, ingin rasanya kutarik kata2 menyangkut karma yang pernah aku ucapkan, jika memang benar itu karena ucapanku aku meminta maaf kepada orang yang tersakiti akibat ulahnya padaku.. aku sungguh tak bermaksud mengutuk ataupun menyumpahimu, dik!
adakah kemungkinan karma menimpa dia yang pernah menyakiti hati orang lain?
GG
terpekur menelaah keajaiban karma yang sedang terjadi di depan mata…
Graduation Gown
December 10, 2008
“Adalah sahabat lamaku, Tasya yang pertama kali mencetuskan ide yang sebelumnya ku pikir tak masuk akal ini beberapa tahun lalu.
“Sumpah ya! bajunya tuh bagus banget!bener2 elegan. dengan berjalan saja pemakainya bsia bangga setengah mampret! ayo dong elo ikut aja…”
Tasya lulus dari Monash University, Melbourne. di acara wisuda Master-nya tersebut, dia melihat serombongan PhD graduates yang memakai graduation gown mereka berjalan dengan anggunya ke arah podium.
“sumpah ya, lo jalan ke depan, trus standing on your knee trus lidah gown-nya dipasang setelah lo buka topi pelukis-lo, trus testamur diberikan… ‘what a moment!’ - gue udah bisa mbayangin elo melakukannya, c’mon git!”
udah gila ni anak..?!?
5 tahun berlalu dari himbauan itu. Hari ini seharusnya aku hadir dan melakukan semua persuasi tasya yang pernah menjadi salah satu tujuan utamaku mengambil program yang penuh dengan ketidak pastian dan rollercoaster yang berkepanjangan. program memasuki lorong yang tak jelas jalan keluarnya, dimana dan kapan…
di suatu siang saat lunch dengan pembimbing favoritku, setelah masa studiku hampir selesai, dia tiba2 bertanya: “apa tujuanmu mengambil PhD ini?”
‘Graduation Gown!’
kalimat itu yang secara spontan keluar dari mulutku!
‘what else? is there anything else that made you here?’
“oh yea, my secretary of department and head of department asked me to do it”
’something that came from yourself? self achievement, for instance? you see, I took my PhD because I want to become an expert in my field.. how about you?’
“hmm… nothing actually, Just the gown and the order… I just need to do the rest (i.e. do the program)”
seharian itu sampai sore pembimbingku menatap nanar kearahku, sesekali menggelengkan kepalanya, mungkin dia takjub, ada student yang punya pola pikir se sederhana aku, nyaris tanpa keinginan pencapaian yang tinggi. Terlebih, dia mungkin heran, kenapa pertanyaan ini tidak dia tanyakan saat anak ini mengajukan diri untuk kubimbing? jadi nggak kebobolan begini?? kulihat keraguan di raut wajahnya mulai detik itu
Kamu adalah orang yang mudah dipuaskan (Setiati 2001). Ya, itulah aku… aku selalu mematok (atau bahkan hampir tak pernah mematok) hal terlalu tinggi, aku tau kapasitasku terbatas, motivasi external biasanya jauh bisa memacu-ku untuk memenuhi sebuah janji dan atau harapan orang lain. “kamu tidak bisa memuaskan semua orang! (Yulianti 1990)”, yea, tapi kepuasan orang yang berhasil aku penuhi adalah kepuasanku, achievement-ku dan kebahagiaan buatku.
Graduation Gown dengan lidah yang melambai, topi pelukis nan lucu, berbentuk baju kebesaran yang begitu menawan penglihatan yang mengerti akan arti dari sebuah gown tersebut, gown yang merupakan impian Tasya yang menjadi Impianku memang terbukti merupakan salah satu sarana pacu utama penyelesaian studi-ku kala itu… setiap masa perish aku selalu memacu: ayo tinggal sekian langkan menuju podium dan berjalan dengan senyum bersama graduation gown-ku, my own graduation gown!!; setiap masa wisuda, tak pernah ku tolak ajakan teman2 ku untuk menjadi pendamping wisuda mereka.. tujuannya? agar kembali kulihat lambaian gown tersebut, sehingga semangatku terpacu kembali….
obsesiku memakai graduation gown di hari wisudaku semakin membulatkan tekadku untuk menyelesaikan proses panjang naik turun ini…
11 Desember 2008
idealnya hari ini aku berbaris bersama kelopok itu, persis seperti yang Tasya lihat 5 tahun lalu…lying on my knee merunduk untuk dipakaikan lidah gown kembali berdiri menerima testamur ku, dan berjalan dengan kepala tegak menuruni panggung…
tapi inilah takdir, setiap yang manusia tentukan tidak berarti jalan itulah yang akan terjadi. DI rahimku ada ade yang lebih berharga, diatas segalanya. saat saran dokter untuk tidak melakukan perjalanan jarak jauh via plane pada awal kehamilan ini kudengar, saat itu aku paham betul bahwa impianku memakai gown itu hari ini harus ku kubur….aku punya prioritas yang lebih utama sekarang….sesuatu yang jauh lebih berharga…Amien…
cerita ini ku tulis untuk menjadi pengingatku akan suatu semangat yang pernah membuatku bisa melewati hambatan dan melakukan sesuatu yang tidak pernah bahkan terbersit di kepalaku sebelumnya…
walaupun kemudian hal itu belum bisa diwujudkan kedalam dunia nyata, tapi aku sudah cukup puas menerimanya…Sudah lulus dan menerima testamur-ku via mail saja sudah melampaui keinginanku; karena walau naluriahnya demikian, Manusia tak boleh menjadi serakah
terima kasih sudah membacanya, terimakasih juga kepada teman2 yang sudah bersedia mengambilkan buku lulusan wisudawan hari ini…
GG
~campuraduk perasaan yang tak bisa di deskripsikan dengan kata2
Tiga Puluh Satu Tahun
December 8, 2008
ternyata sudah setahun penuh sejak serangan fajar dari teman2 ku di asrama itu.
sudah setahun yang lalu pula puncak kekhawatiranku memasuki usia kepala tiga yang ditangkap dengan jelas oleh sahabat2ku saat itu…
kali ini usiaku sudah tiga puluh satu.
di usia ini kedewasaan bertambah dengan lambat tanpa mengidahkan satuan waktu; namun berkah yang berlimpah selalu menyertaiku, Alhamdulillah…
di usia yang seharusnya matang ini aku masih mencari aku, walau tidak lagi se gamang dahulu… tujuan hidupku lebih jelas sekarang, aku memiliki suami yang begitu mencintaiku dan keluargaku, meskipun tak seromantis pria berkuda putih dalam impian masa mudaku dahulu.. di Rahimku Insya Allah ada ade junior yang sedang menari2 dan bertumbuh menjelang kedatangannya ke dunia ini… gelarku pun akhirnya sudah bisa ku nikmati, sungguh, tiada terkira Karunia Allah kepadaku… Subhannallah… sesuatu berkah yang banyak yang harus di preserve (Mumun, 2008)…
Terima kasih kepada semua orang yang begitu menyayangi saya, diluar kekanak2an dan ke luguan yang saya miliki, diluar sikap sensitif dan kasar yang sengaja atau tidak saya lakukan, berkah lainnya adalah memiliki keluarga dan teman yang begitu baiknya…
entah apa tujuan saya menulis ini, mungkin rasa syukur yang tiada taranya kepada Allah dan semua pihak…
I couldn’t thank enough….
GG
bungaku tak lagi berharga dihatiku…..
October 26, 2008
dulu aku pernah begitu mengaguminya..
bunga sederhana yang manis, kesederhanaan dan pancaran keindahannya mengungguli bung-bunga disekitar taman itu. walau terik panas matahari menerpa, angin berhembus dengan kencangnya atau hujan yang tak kunjung tiba atau bahkan turun dengan derasnya, bunga itu tak pernah lalai menjalankan tugasnya…
setiap saat, diantara onak yang melekat di tubuhnya, bunga itu selalu mengeluarkan kuntum baru yang siap bermekaran sepanjang tahun… wanginya yang harum sungguh tepat menerbitkan rasa bahagia dan senyum dari indera penciuman siapapun…
bunga itu mencuri hatiku, bahkan disaat jauhpun, aku selalu memikirkannya..
sekian lama berselang, setelah jeda sejak pertemuanku terakhir dengannya, akhirnya aku berkesempatan kembali datang ke taman itu. sekian lama mencari diantara rimbunan bunga-bunga yang lain yang tiba2 menjadi lebih indah, ku tak jumpai bungaku lagi… dengan teliti kusisir taman itu dengan pandanganku. berkali kali hingga penglihatanku memerah dan berair; masih juga luput..
hingga akhirnya aku terduduk dan menebar pandanganku ke tanah… aneh, tanah masih terlihat basah, udara sudah bebeberapa bulan sangat bersahabatnya, dengan sinaran matahari yang tidak panas dan hembusan angin yang menyejukkan, kulihat ada batang hampir mati yang tak lagi berdaun dengan tinggal sebuah bunga layu busuk didekatnya…
itu bungaku. bungaku terbilang hampir mati di udara sebagus ini? bungaku memilih untuk menjadi layu dan tak lagi menarik dengan alasan yang tak pernah ku ketahui walau hatiku ingin menjerit dan menuntut penjelasannnya…
melangkah gontai dengan sungguh kecewanya aku menjauhi taman itu..
bungaku tak lagi seindah dulu…
bungaku tak lagi berharga dihatiku…..
GG
why?!
hal kecil yang pernah besar dan kembali membuatku terusik
October 16, 2008
jikalau ada orang paling bodoh di muka bumi ini…
pasti orang itu aku!
masih mengingat dengan jelas semua hal yang seharusnya sudah tidak lagi menjadi penting
masih terganggu dengan ihwal tengik yang menyisakan amarah berkepanjangan
masih tolol dan tidak bersyukur atas karunia besar di depan mata
kerap membuka album lama yang sudah usang dan tak lagi pantas untuk dilihat, atas nama bah penasaran yang teramat sangat
masih berharap bahwa tiap orang akan memetik hasil dari benih yang ia semai
dengan lugu cenderung pendek akal masih melihat dunia dengan hitam putih
dungu, dangkal dan dodol!
aku sungguh marah pada aku! (benarkah padaku?)
GG
kala orang sekitar kebingungan akan sesuatu yang muskil terjadi
"saya terima nikah dan kawinnya….
mungkin hampir tigaperempat bumi yang ku kenal tau kisah kami… kami pertama bertemu di Canberra, kota yang dalam bahasa native aborigin berarti ‘a meeting place‘; ya, kami memang bertemu disana.
pertemuan yang mungkin masih diingat sebagian besar sahabat2 kami di Canberra kala itu, secara tidak sengaja ‘dipertemukan’, pake acara lari2 ala indihe (maklum aliran darah sulit ditampik), percakapan long duration (9 malam sampei 6 pagi!) 8 hari pasca pertemuan pertama kami, kenekatan seorang lelaki setengah desperado mencari pengganti cintanya yang terputus keadaan, ngumpet2 di rumah teman, sampe akhirnya kesempatan itu kuberikan walau penuh keraguan…
kala itu aku adalah wanita paling menyebalkan di muka bumi, wanita yang hatinya sudah lebih separuh rusak karena sakit masa lalu yang begitu dalamnya. wanita yang cintanya di sia2kan oleh lelaki yang salah. wanita yang menaruh harapan besar atas janji surga yang pernah terucap dalam balutan tipu daya. kala itu pula lelakiku datang dengan kesederhanaannya, dengan postur tubuh yang samasekali tidak masuk kategori impianku, dengan tutur bahasa yang terlalu halus untuk seorang lelaki, dengan kekukuhan hatinya untuk membina hubungan dengan serius, kedatangan yang belum aku harapkan dan belum kupandang sebelah mata disaat aku masih terluka.
Dengan naifnya dia meminta kesempatan untuk membuktikan bahwa dia bisa membahagiakanku; walau saat pertama itu juga kobombardir lelakiku dengan seluruh kisah masa lampau-ku. seluruhnya! ketakutanku untuk kembali terluka, ketidakmampuanku menerima jenis kebohongan apapun, kesensitifanku yang melebihi kadar normal, kekhawatiranku akan kembali melukai orang tuaku dengan kekecewaan yang getir saat anak perempuannya diperlakukan dengan keji dan kebencianku pada mahluk Tuhan bernama LELAKI. dia mengangguk tanda setuju dan berkata bahwa di ujung nanti aku pasti akan teryakini dengan kesungguhannya. keyakinannya yang membuatku semakin berfikir bahwa kami punya perbedaan yang terlampau jauh dari budaya dan berbagai hal. lelakiku pasti tak akan kuat dan segera tumbang meninggalkanku. sama seperti aku pernah ditinggalkan…
satu tahun berlalu,
lelakiku masih tegar di sampingku, dengan segala kekerasan hatiku, kekasaran kalimatku dan ketidakpedulianku pada perasaannya, dia tetap tegar berdiri disampingku. sesekali kulihat dia lelah, tapi bukan kasihan yang keluar dari tingkahku, melainkan aku makin keras padanya. hingga saat pertemuan dengan orang tuaku aku diingatkan untuk berhenti menghakimi lelakiku atas dosa pria masa lalu..tapi aku tetap menjalankannya, kupikir tak akan pernah cukup aku menyiksanya. karena itu ujian untuknya sehingga (mungkin) aku akan teryakinkan…
hingga suatu ketika, di usia hubungan kami yang beranjak dewasa, disaat sinis dan tabiat burukku pada lelakiku makin menjadi, ucapan lirih yang keluar dari mulutnya tak ayal menyentak hingga ke seluruh nadi.
"i am not him, sayang. please give me a chance"
dia yang selama ini berdiri disampingku, dia yang selama ini telaten menerima ulahku, dia yang selama ini tetap tegar walau dalam sakit, dan dia yang selama ini menjadi korban kesalahan orang yang telah lalu…
barulah pikiranku berjalan normal, aku harus fair… dia tidak salah, tidak pernah berbuat salah, tapi kenapa dia yang harus menerima hukuman? dan sekian lama dia bertahan, apakah itu bukan bukti yang dia katakan akan dia berikan kepadaku?
bukan romantisme ala novel picisan yang selalu aku idamkan yang dia tawarkan, bukan lelaki yg bisa mengingat hari jadi tahun pertama mereka dengan jelas, bukan pangeran berkuda putih yang datang, bukan pula lelaki sempurna yang selalu aku list dalam daftarku, bukan pula lelaki yang penuh inisiatif dan surprise. lelakiku adalah lelaki sederhana apa adanya, bagi orang mungkin dia biasa, tapi bagiku dia istimewa. dia berlian yang bisa berkilau di hati ku.
maka setelah turun naik kisah kami, terpisah jarak berbilang tahun, pedih getir saat kami harus mengecap tahun demi tahun penuh ketidak pastian, menunggu datangnya surat resmi dari negara untuk menikah, plus saat kami menata hati kami yang naik turun, akhirnya hari itu datang juga…
hari dimana lelakiku meminangku, membacakan ‘kabul’ tanda terima dari bapakku, bersanding didepan tamu dengan penuh kebahagiaan yang memancar, maka kedatangan tamu yang tak terharapkan sekalipun tidak lagi membuatku gentar ataupun goyah.
aku menjadi milik lelakiku sekarang. lelakiku sekarang adalah duniaku. tempat aku berlindung, berbagi dan bersandar. kisah ini kuceritakan hanya untuk membuatku mengingat dan menghargai cinta kami, mensyukuri Kiriman Tuhan yang begitu indahnya menggantikan yang lebih baik atas yang dahulu pernah kupikir adalah garisku. mungkin, kalian yang membacanya bisa memetik pelajaran yang mungkin bisa berguna…
Alhamdulillahirabbilalamiin…
GG
each and every day I thank Allah for sending you to me
terima kasih untuk seluruh doa, dukungan, uluran tangan dan cinta dari semua yang mengasihi kami…semoga Allah yang membalasnya dengan kebajikan…
Memories of Casablanca
July 18, 2008

yang, memories are like very moving old novels. you read the life-like once are moved tremendously by its striking description of life and then keep the novel in the bookshelf. possibly you will never read the novel again though you will remember the stories throughout your life at the back of your mind.
the novel remains in your bookshelf, and only once in 10/15 years when you want to clean the bookshelf, you may find the novel at the back of the shelf, with many other books and novels. only then you become consciously aware of the stories of the novel, remembering the life-like stories very accurately. Then possibly you will clean the dust from the cover of the book, feel sad and then return the book in the same place very carefully. this will repeat in your entire life a few times.
you may have fond memories, however those memories do not necessarily obligate you to do something. just remember that you are free to take any decision, especially if its about your life, without being influenced by your memories. your memories will remain with you throughout your life, even if your decision takes you to a very different path having no relation whatsoever with your memories. just dont feel obligation because of the memories, because its only your choice, and not the memories, that should decide your course of action.
I have decide my choice in last four and half years and put all my stakes in it. i chose to remain with my memories and picked up a certain course of action. but just because our memories coincide and we share the same memories doest not necessarily mean the you feel obligate towards me. its your life and you are free to make decisions that will make you happy. at some stage if you happen to feel that its not you possible wanted, or you come to the point where your wisdom says that the thing that can make you happy is not the one that you are forced to accept, please give a second thought before you comit yourself. you are free to do that ang no one should try to influence you with the old memories, because after all its not memories that matter, rather what you want is what that counts.
if you feel there is a huge gap between your dream and memories, and those will never converge, its possibly not worth to choose the memories just because you feel pity for your memories.
Just know that I love you and I will stick to my memories, no matter what. but my love will never force you to accept or love me at the cost of your unhappiness, because i breath only when i see you happy…
123
GG
disaat gulana menerpa, selalu ada barisan kata menggugah yang kau rangkai dengan indah..hidup dicintai jauh lebih baik dari pada mencintai (Mama, 1998)
*yang, how can i doubt our memories now?*
Sex in the City
June 29, 2008

just like the title….
beberapa hari silam saya berkesempatan menonton sex in the city bersama sahabat2 saya yang notabene penggila sex in the city- juga..
walau diiringi skeptisme beberapa pihak yang mensinyalir SIC movie version ini kurang ‘greget’ seperti cerita kebanyakan, kami coba telaah se objective mungkin film yang sudah menginspire jutaan wanita lajang berumur (baca = bukan perawan tua) ini…
dan
kami puas!sungguh puas! diluar ke ‘hollywood’-an yang menjual mimpi,serba kebetulan, dan cerita yang penuh potensi membuat orang termehek mehek, film ini bagaikan jawaban bagi semua 4 season SIC yang sudah pernah tayang di TV ini…
simply nice and deep…
carrie mendapatkan ‘wishful thinking’-nya dengan cara yang sederhana,
miranda find her strength beyond her thought, kemampuan memaafkan yang luar biasa, rasa cinta yang mengalahkan segalanya..
charlotte, simply my fav lady, akhirnya mewujudkan mimpi lugunya, a dream does come true (for those who believe…);
"my life is complete…"
dan
samantha….this is the most interesting part, kata2nya begitu mengena: "I love you but I love myself more…"
duh!
dengan benang merah yang diatur sedemikian apik, baik didalam film maupunk link2 dengan cerita serinya, pantes deh buat para penggemar SIC untuk nonton fim ini at least 2 kali!
pertanyaan,
apa iya ya kehidupan nyata bisa se canggih ini? dream come true?
pokoknya highly reccommended u ngisi liburan deh!
GG
1st Salary on my 30th of age
April 30, 2008
ha ha ha,
sesuai dengan titlenya, akhirnya baru pertama kali aku terima gaji. gaji yang benar2 gaji..gaji yang bukan honor,,,
telat banget ya? tapi seperti kata pepatah, lebih baik telat daripada tidak samasekali…
mengutip kata Geby, sahabatku:
"kau orang pintar yang cenderung dungu dan bodoh dalam mencari uang!tampangmu itu tampang dibo;ongin, dikadalin dan di gratisin!
hahahahha
benar, entah mengapa aku ngalamin ituuu terus. digretongin orang, dipekerjakan tapi ga dibayar, etc, dll..
padahal….
ah sudahlah, kupikir rejeki memang sudah ada yang mengatur..
yang penting, akhirnya aku punya sesuatu yang disebut ‘gaji’: mana sebelum nerima sudah dipotong untuk asuransi pula! hahaha; aku jadi bisa kayak orang2, tanggal muda ke mall, tanggal tua hemat2.. nungguin tanggal gajian, dan…bayar pajak? he he he
mudah2an aja gak ‘gegar gaji’ jadi bisa saving untuk nikah dan orang tua! amien, hehee
GG
masih berusaha berhemat dengan gaji pertamanya walaupun ada segunung pengeluaran!
P.S. I Love You!
April 22, 2008
Setelah promosi dari adikku cukup gencarnya beberapa minggu terakhir, akhirnya aku nonton film ini juga semalam…
hwell, mungkin karena bajakan ya jadi kualitas sound-nya kurang OK. tapi secara keseluruhan,film dengan latar belakang kehidupan di Amerika yang sebagian lokasinya mengambil tempat di Ireland ini memang sangat sederhana, topik yang usang, tapi sungguh mengena karena menampilkan sesuatu yang sungguh simple dan mudah dicerna tapi ada kejutan variasi ide cerita dibanding film2 drama-romantis sejenis.
Holly yang baru saja ditinggalkan suaminya Gery karena Tumor/ Kanker otak berusaha menerima kematian suaminya dengan wajar walau ternyata ada bagian hidupnya yang mati suri seiring perginya suami tercintanya. seolah tau akan meninggalkan istrinya yang akan kehilangan semangat hidup, Gerry memberikan surprise sejak hari ulang tahun Holly ke 30 (aih, 30 is the best memang!) dengan mengirimkan rekaman pita kaset berisi instruksi untuk bersenang2 dan janji bahwa semenjak besok akan ada surat tiap harinya untuk Holly. Surat itu berisi instruksi akan apa yang harus Holly lakukan untuk mengisi kembali hidupnya yang sudah tiada…
Holly-pun akhirnya ketagihan untuk menanti surat demi surat yang dikirimkan entah oleh siapa…dari mulai pesan untuk berpesta, tiket dan perjalanan gratis ke ireland, negara asal Gerry, hingga inisiasi untuk Holly menyalurkan bakat usahanya etc…
singkat cerita, disetiap surat tersebut diselipkan kata penutup:
p.s. I love you….
astaga naga gebooot… biar kata ini film ada banyak bolong dan ‘paksain’ scene di dalam film ini, aih, tak ayal air mata ini terkuras, dan langsung kangen berat sama pacarku yang walau, ah hwell, sulit rasanya mencapai tingkat keromantisan selevel Gerry itu (ya eyaa laaah, namanya juga film doang!)…
gila ya bo!
andai ada lelaki yang sebegitu mencintai istrinya sampai niat sebelum meninggal menulis surat dan instruksi2 penyemangat, bahwa betapa ya sulit diungkapkan dengan kata2 ‘nyata’nya lelaki itu menyayangi istrinya dengan amat sangat, duh, andai semua lelaki seperti itu, alangkah indahnya dunia ya!
kenapa cuma lelaki?
karena secara rerata, wanita itu tau diri, walau gak cinta, kalau suami/pasangannya setiya berats, biasanya mereka akan berupaya mereply balik, bahkan sampai akhirnya wanita-nya yang cinta berats…
tapi lekong?
aeh, masih syukur gak kepikiran poligami…soal ngebalas budi atau ngebalas cinta, eitss, ntar dulu, kalau gue ga suka ya jangan paksa dong! bleh! dasar lelaki!
balik ke film,
ada satu pesan yang muncul saat saya menonton film ini, yaitu, saling menghargai dan mencoba melihat dari berbagai sisi terhadap pasangan kita. belum tentu kalau kemauan kita (e.g. pingin punya anak, pingin punya rumah, pingin suami setiya, pingin suami menunjukkan cinta etc..) ternyata kurang sejalan, jangan segera ketok palu tanda benci dan memvonis bahwa suami/pasangan sudah tidak cinta lagi. penyakit perempuan adalah berfikir terlalu maju, saking majunya, sampe sudah sulit emmbedakan mana khayalan ketakutan dengan kenyataan yang sesungguhnya; walhasil? ya pasangan hanya jadi bulan2an kemarahan, pasangan jadi ‘gerah’ dan akhirnya bubar jalan…
yah semoga saja,
ada banyak lagi pria seperti Gerry di muka bumi ini….
mana romantis, ganteng, badannya gede pula!
what a complete-package!!
GG
setres ga ngerti ngerjain apa malah nulis blog deh!

