Kecewa…

October 19, 2005

Baru hari ini aku ingat kalau aku punya blog tempat mencurahkan uneg2ku.Kemarin saat kejadian menyakitkan itu terjadi, aku benar dibutakan oleh perasaan sedihku…

..aku tak jadi pulang lebaran ini, november ini, desember ini,

risetku belum siap dilakukan… pekerjaanku belum selesai, tapi aku terlalu lancang menganggap semuanya baik2 saja…

sebagai murid ‘baik2′ sakit rasanya melukai perasaan guru. perih rasanya menjadi yang tidak dipercaya, dan getir rasanya melihat pandangan dan sikap tak habis pikirnya…

…I used to be very reliable…

Lucunya, pikiran tadi bukanlah satu2nya alasanku kemarin menangis, meratap, dan lunglai. Perasaan bersalah lain mendera lebih dalam lagi.Kepada keluargaku yang kujanjikan, kepada teman2 yang kurancanakan, kepada semua orang yang mengharapkan, kepada siapapun yang menanyakan "kapan pulang?"

…aku minta maaf pada kalian semua…

Kawan dekatku disini menyentilku: "Amazing! Ternyata kau menangis bukan karena studi-mu,bukan karena thesis-mu…kau menangis karena kau takut telah melukai orang2 disekitarmu:keluarga,guru,&teman      aku tak habis pikir!!!

Sahabatku yang lain juga berkata: "Sifat bawaan ‘terlalu sosialis’ mu membuatmu tak fokus. nggak ada yg marah padamu, gita. kamu konsen saja pada studi-mu dulu! itu lebih penting dari apapun!

…benarkah? sungguh kalian tidak kecewa&marah padaku?? dan..apa aku memang punya sifat yang demikian??…

Guru, Teman dan Keluargaku adalah orang2 yang membuatku ‘hidup’ selama ini…tidak dengan maksud mendiskreditkan SANG PENCIPTA.. tapi mereka yang menunjukkanku apa makna aku diciptakan di dunia ini; apa rahasia ILAHI akan hadirnya aku diantara mereka..dan aku bersyukur karenanya…

Tapi..apa benar sekarang saatnya aku bersikap ‘egois’ untuk diriku sendiri? sampai kapan? bukankah aku dan sifat ku adalah satu kesatuan yg sulit berpisah? dan bukankah melawan kata hati adalah perbuatan dusta?…

aku tak jadi pulang akhir tahun ini, aku butuh waktu untuk diriku sendiri: demi studi-ku, demi thesis-ku, demi hidupku beberapa tahun lagi disini…

Aku terlalu sombong dimata-NYA, terlalu yakin akan semua hal, sehingga lupa SATU yang MAHA penentu. Astagfirullah…

…’NJALUK SEPURO GUSTI ALLAH…

Tadi malam keluargaku begitu menerima kegagalanku untuk membahagiakan mereka dengan tulus. hingga aku kembali menangis…

Guruku? ah entah, dia mungkin masih terpana dengan ketidakterbacaan sikapku hingga kemarin. mungkin dia kaget.semoga dia menjadi mahfum kelak..

terima kasih teman: kalian yg mau membaca pesanku dan kalian yang mungkin terpaksa mengerti ketidak kuasaanku menolak rencana TUHAN kalian yang mungkin kecewa… semoga tulisan diatas menjelaskan semua, karena aku masih tak sanggup menahan tangis untuk mengingat ketidakterandalan-nya aku…

..Do’akan aku agar bisa mendapat pencerahan untuk studi-ku

20 October 2005

10.54 amKitty1

"Almarhum Benjamin "Benji". Miss you benj!         kemarin ini tangis hebatku setelah kepergianmu…

Prepaid Sadness

October 2, 2005

109_0911kalau di ilmu akuntansi, ada yang namanya prepaid expenses

kalau di dunia per-handpone-an ada yang namanya prepaid card

tapi

udah pernah denger yang namanya prepaid sadness?? nah,Istilah itu datang dari kebiasaan gita yang baru disadari. Sejak dulu gita punya kecenderungan untuk menangisi kesedihan hari esok. Misal:mbah mau pulang ke surabaya, kira2 2 minggu menjelang kepulangan, gita udah nangis2 bombay..ngambil kaos mbah yg ada keringet mbah-nya, and start crying sambil megang T-Shirt mbah.’hiks,mbah bentar lg pulang’…Pernah juga gita pacaran (hihi) dan kira2 setahun setelah bareng; hobby nangis meningkat karena saat masih lugu dan dungu itu kupikir "how could I live without you", mulai menangis memikirkan bahwa kelak kami akan berpisah. Atau pas tasya mau sekolah ke Melbourne. puncak nangis pas ngepakin barang tasya,air mata gue bombay keluar.."siapa yg ngingetin nih anak makan lagi, siapa yg punya berbagai kesamaan seperti ni anak lagi"…

memang bener, akibat dari suatu kejadian, nothing will be the same again..dan jika saudara2 berpikir bahwa dengan prepaid sadness itu beban gita berkurang saat kejadian yang ditakutkan/disedihkan terjadi? nggak.salah. tetep aja berat.tetep aja nangis dan tetep aja nyesek…

Pas mbah pulang tetep aja sesegukan hingga seminggu kedepan…

Pas putus serasa dunia runtuh dan ajaibnya turun 5 kg, sakitnya bahkan teringat sampai sekarang…

Pas tasya pergi,nangis gita lebih kenceng dan deras dari semua keluarganya sampe malu2in di bandara

"lantas kenapa dilakukan? nah itulah.nggak tau juga kapan persisnya sifat ini saya miliki dan dari siapa atau karena apa berasal.yg jelas sebenarnya nyiksa banget. terlebih, seluruh pekerjaan yang harus dikerjakan terhambat, overdue,terbengkalai dan acak2an…makin menambah nilai minus dari kegiatan yang satu ini (";)

"Cicino pernah bilang: mbak gitano selalu tampak sedih. Hmm,ya karena memang gita sering memikirkan kesedihan2 mendatang, dan serta merta menjadi sedih. "Aep pernah bilang: Sedikitlah bersikap dan berpikir seperti mesin. Mesin? Mesin apa ep? manusia kan bukan mesin!. "Satu lagi, Ella juga pernah menasehati: "Jangan rusak kebahagiaan saat ini dengan bayangan kesedihan masa datang; nikmati aja.bener nothing will be the same anymore, tapi paling nggak lo gak ngerusak suasana bahagia saat ini. perkara nanti mah liat aja". . .

Semua nasehat dan komentar, ada benarnya. Tapi sungguh, masih saja belum  bisa gita terapkan. Andai gita punya perasaan yang sedikit lempeng seperti orang kebanyakan, andai gita nggak se Rinto ini hatinya..andai..andai..andai..

Seperti saat ini, beberapa bulan lalu dan mungkin esok.gita masih saja melakukan this stupid prepaid sadness.kenapa ya? mudah banget melted kalo ingat kesedihan masa esok.bisa nangis sampe mata kecil ini lebam ketutupan bengkak dan hidung tersumbat. nangis sampai seluruh bantal dan seprai kebanjiran air mata. nangis sampai capeeek banget dan akhirnya tertidur dalam tangis. Nangis karena menangisi kesedihan kelak yang hampir 99% pasti bakalan kejadian.kejadian yg nggak bisa dihindari. AAARGH!

sebenarnya, ada manusia yang punya prepaid sadness seperti gita, nggak sih? atau, adakah yang pernah mengalaminya tapi kemudian sembuh? ajarin dong bagaimana bisa ‘tegar’ dan ‘acuh’ pada kejadian kelak? lelah juga rasanya…

Terima kasih buat anyone yang sudah bersedia untuk membacanya…

ps:di sebelah kanan belakang foto gita ada sepasang kekasih yg lima detik setelah pengambilan gambar berciuman dengan amat sangat mesraaaa, hihihihii French Kiss!