Perthgold_coast_danlain_lain_367 ..Sebenarnya, untuk apa ada suatu keadaan yang dinamakan "PERTEMUAN?"; Jika ternyata "PERPISAHAN" yang hampir pasti mengiringinya, bisa terasa begitu menyakitkan?

(Gita - 2006)

Malam tadi aku, seperti biasa, menyiarkan ulang seluruh kegiatan harianku pada mama via telepon, tapi entah mengapa hingga kami sampai pada percakapan yang kurang enak arahnya… Satu pernyataan dari mama yang jawaban dari ku kemudian membuat kami berdua terhenyak. Tak percaya akan apa yang baru kami dengar dan aku ucapkan…

….."Salahmu sendiri memilih jalan ini"…..

….."Ya ma, ini salahku sendiri, ini pilihanku sendiri"….

Terlihat sederhana dan seperti tanpa arti.Pernyataan mama itu-pun sudah sering kali aku dengar,dan selalu aku bantah dengan marah. entah mengapa malam tadi aku pasrah dengan tudingan mama kali ini. ya salahku. salahku memilih. walau pertemuan itu bukan mauku, bukan kuatur dan bukan dalam kendaliku. Tapi aku yang harus menikmati sedihnya berpisah saat ini…

Tiba2 aku benci dengan pertemuan. aku benci harus berpisah.aku benci cengeng begini. aku benci harus terus merasakan bagian di dalam dadaku terus tersayat. perih kawan. perih sekali. walau aku tak tau hubungan bagian dalam dada ini dengan mataku, tapi setiap rasa sakit itu mendera, air mataku pasti luruh jua….

Seribu satu macam simpati, pertanyaan dan bahkan rasa iba mulai kuterima belakangan ini.Terima kasih kawan. tapi aku masih belum bisa menjawab setiap pertanyaan "Bagaimana kalau…". aku sungguh tak tau. sering kupejamkan mata sejenak untuk membayangkan saat itu. saat benar2 berpisah. saat benar2 sendiri. dan aku begitu takut untuk membayangkannya. seperti pernyataanku ke mama yang sebenarnya banyak mengandung makna. Salahku memilih untuk tergantung lagi setelah sebelumnya pernah kugantungkan harapanku pada sesuatu yang salah dan juga pernah merasakan sakit. Kali ini, walau tak tau benar atau salah tempatku bergantung, tapi aku sudah terlalu terbiasa. maka itulah Salahku sendiri

maaf kawan, mungkin ada jutaan, milyaran orang yang lebih menderita dariku. yang lebih, lebih dan jauh diatasku merasakan lukanya. tapi kenapa aku begitu egois dan sulit untuk memikirkan mereka demi melerai perang batinku? apa aku akan kuat pada saat itu?

…"Nanti saat berpisah, jangan menengok ke belakang.Kamu pasti gak kuat, kamu nanti dapat halangan untuk meneruskan perjalananmu"…

ya ma, kucoba untuk tidak melihat ke belakang lagi. walau hanya dengan mengucapkan kalimat yang baru kukatakan itu saja sudah mampu membuatku kembali berlinangan air mata.

…"Kamu harus kuat!,karena memang belum tentu kamu akan bertemu dengannya lagi. mungkin itu pertemuanmu yang terakhir"…

Ma, aku benci pertemuan yang mengantarkanku ke perpisahan itu nanti!

~ Canberra, semakin mendekati detik kesepianku

Galau

July 3, 2006

Perthgold_coast_danlain_lain_118Tidak tau harus kumulai dari mana uneg2 kali ini…

setelah sekian lama aku nggak menyentuh Blog, akhirnya kuputuskan untuk kembali menulis.Hmm let see.Titik hidupku kali ini kalau boleh dibilang bukan yang terfavorit yang pernah atau akan aku punya. Ditengah kebimbangan, tak tau berbuat apa sementara sejuta dan semilyar pertanyaan, keraguan, ketakutan menari2 di kepala.

Singkatnya, aku akan pergi ke suatu tempat yang mungkin belum tentu mengharapkan kedatanganku, entah apa alasannya. Suatu tempat yang sedianya adalah tumpuan harapan dan mimpiku sejak dulu, tempat yang dimana seyogyanya aku disambut, paling tidak diterima dengan baik - Justru salah satu tuan rumahnyapun tak tau apa yang akan diperlakukan penghuni rumah lain terhadapku. Dan itu adalah tempat dimana keluargaku, bahkan aku sendiri,was-was dan cemas untuk mendatanginya.

Jangan sangka aku tak bahagia. Aku paling tidak akan berusaha untuk menciptakan surgaku sendiri disana.1001 kegiatan yang mungkin bisa kulakukan sudah kurencanakan dikepala, sekedar untuk (mungkin) membunuh rasa galauku kelak disana.Parno? mungkin! Tapi: Andaikata satu penghuni tempat yang tadi ku bicarakan bisa lebih yakin dan lugas menceritakan perihal penghuni lain mungkin aku bisa sedikit tenang; Andaikata ada sedikit kepastian akan tujuan kedatanganku ketempat itu, dan Andaikata aku yakin akan ada pelindungku di tempat itu, entah satu penghuni itu atau siapapun yang mungkin berpihak padaku, Andaikan satu saja dari tiga hal itu saja bisa kudapatkan kelak, mungkin aku bisa nyenyak mendengkur tidur di malam-malam hari belakangan ini.

Ini keputusanku sendiri. walau keadaan dan konsistensiku akan sebuah janji-jua yang menggiringku kearah keputusan itu, aku tetap harus menjalaninya. harus. tapi bukan suatu keterpaksaan.Walau membayangkan panjangnya waktuku di tempat itu saja bisa membuatku susah makan.Sarana diet yang bagus!sayangnya saat ku lupakan perihal kunjungan ke tempat itu, selera makanku menjadi menggila dan kepalaku bertambah pening.

Hitung mundur semakin dekat. Mungkinkah pasrah adalah jawaban? atau alert dengan siaga satu mungkin bisa menimbulkan ketegangan yang lain antara aku dan penghuni tempat itu kelak? Pikiranmu too complicated, gita!

Terima kasih sudah membaca kegalauanku sebelum kuberangkat ke tempat itu. Jika kabar baik, ku janji akan menulis kembali di blog ini, walau entah kapan. tapi jika itu terlalu menyakitkan bahkan untuk kukenang, berilah waktu hingga bijakku bisa membimbingku untuk menulis kiasan tanpa sarkastik dan mengharu biru, kelak.

Canberra menuju ke tempat itu

kurang dari 2 minggu sebelum keberangkatanku