Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi…
October 20, 2006
Untuk yang sedang punya pacar/suami, atau mungkin yang jomblo.. punya (mantan) pacar,kekasih, suami? atau paling tidak orang yang pernah dekat dan mengisi secara dominan sebagian hari2mu??
pic taken from: www.kapanlagi.com/p/life.jpg
tadi malam tiba2 aku berfikir..seharusnya hubungan macam apa yang semestinya kita miliki dengan mantan2 kita tersebut? walau semua pasti akan setuju kalau kubilang: ‘tergantung?’ tapi adakah rule yang menyarankan ’seharusnya bagaimana’ sih? Hmm, kalau dipikir sedikit aplikatif, beberapa kawanku punya moda pertemanan dengan mantan2 mereka…
Tipe 1.
Walau agak unik dan jarang terjadi, ada beberapa kawanku yang masih berhubungan dengan amat sangat baik dengan para mantannya. mereka "me-maintain" relationship dengan mantan mereka seperti layaknya sahabat dekat.entah walau saat putus mereka jalannya baik2 atau nggak baik2, teman2 ku ini selalu berhasil membina hubungan yang sangat baik, bahkan terlalu baik, dengan para mantannya…kekasihnya saat ini bukan tak tau dengan para mantan2 tersebut, tapi sekali lagi orang yang jatuh pada tipe 1 ini berhasil dengan ciamik membuat pasangannya kali ini "mengerti" akan pertemanan2 dia dengan para mantan. Jujur saya iri sekali dengan mereka…kalau boleh saya sangat ingin tau rahasyanya apa dan bagaimana cara membina hubungan semacam itu. oh, sebagai tambahan, orang2 dalam tipe ini ‘bermain dengan fair’, i.e. pertemanan dengan mantan serius hanya pertemanan belaka, nggak pakai embel2 cinta lama bersemi kembali (CLBK)/feeling, jadi pure seperti penggalan lagu Ari lasso diatas) entah karena memang tipe kepribadian yang berbeda, saya sepertinya kurang tepat jika dimasukkan dalam tipe ini.
Tipe 2
Sama dengan tipe 1 diatas. perbedaan terletak pada ‘rasa’, ya teman2 yang masuk pada tipe 2 ini masih tidak bisa menahan gejolak rasa mereka pada para mantan. entah karena ‘putus dengan urusan yang beum selesai’; ‘menggantung’; atau ‘dipaksa untuk putus’ oleh situasi, kondisi atau keluarga - karena itu cinta yang mereka miliki ke mantan masih besar kadarnya..ini tipe sedikit bahaya karena kalau mempergunakan definisi perselingkuhan (yang sangat luas) tipe ini sudah masuk kekategori ‘having an affair’. tapi..siapa yang bisa menyalahkan cinta (baca:oh boleh (ini) kah (indah) mendua) cinta bisa datang kapan saja ke siapa saja kan?
Tipe 3
Tipe yang biar kata sudah usaha juga, tapi rejeki untuk kembali berteman pada mantan, nihil adanya..walau putus secara baik2 ataupun buruk2,rasanya jalan apapun menuju pertemanan dengan si mantan sudah di ‘blok’ sama Yang Diatas.entah cuma satu pihak yang mengalami kesulitan dan pihak lain menghindar, atau kedua2nya punya kesulitan, yang penting tipe ini jatuh2nya gagal aja berteman dengan baik dan benar dengan para mantan. Naah, sepertinya saya masuk tipe ini. hahaha (juga salah satu teman baik saya ehm ehm).kalau alasan yang kami berdua punya, karena memang mantan kami itu sejenis ABC (Alligator Buaya Crocodile), yang celakanya sangat kami sayangi dan cintai kala lampau. lampau lho ya! atau karena,hmm,pernah melakukan kesalahan dengan mantan di masa lalu. entah perlakuan yang tidak baik,entah pernah menyia2kan mantan, atau sampe pernah ‘mengkhianati’ mantan. walau sadar bahwa kita tidak sedang bercinta lagi, tapi masih ada 1001 pertanyaan ‘why’ yang ingin kami ajukan, atau ‘maaf’ yang belum tersampaikan, atau sekedar ‘rindu’ ingin bercakap dan bertemu..yah namanya juga mantan, artinya ada suatu masa dimana kita bisa sangat dekat kat kat! serasa dunia milik berdua, berjanji seiya sekata, etc dangdut2 lainnya. tiba2 jadi berjarak, jauh dan semakin jauh lama2 tak ada bekas? nah ini yang selalu kita ‘iri’kan dari orang2 di tipe 1 diatas…di kepala ku kadang masih berfikir: apa saya seburuk itu sehingga sekedar berteman atau bertemu untuk bercakap for the old memory-shake aja nggak mungkin?
Tipe 4
Nah ini extreme, opposite dari tipe 1. samasekali gak bisa berteman. kata ‘bermusuhan’ aja masih sangat halus dibandingkan penggambaran ‘hubungan tipe ini dengan mantan mereka’. seperti ibu2 hamil lihat gerhana (yang harus berucap: amit2 jabang bayi); atau orang muslim yang berdoa agar dirinya tidak berada pada suatu sikon tertentu (Naudsubillahimin zalik..), atau orang bule bilang amit2 (knocking 3 times on the wood), orang2 tipe 4, sekali lagi entah hanya satu pihak atau kedua pihak ya, bener2 memblok mati2an hubungan dengan mantan.kayaknya alergi dan langsung gatel2 kalau sampe sekedar mendengar namanya mantan.atau bahkan bau nya. tipe ini benar2 ‘menyiksa’ diri mereka untuk kucing2an jangan sampe ketemu mantan, dalam sikon apapun, saking bencinya..bisa karena memang putusnya nggak baik2 atau memang mendadak benci aja.
Jadi, anda jatuh di tipe berapa? atau ada tipe lain yang kebetulan tidak dimiliki kawan2 disekitar saya? kalau tipe 5 mantan kemudian menjadi suami, ini nggak masuk klasifikasi pembicaraan kali ini lho ya!.. hmm bagaimanapun itu, untuk saya pribadi, tidak mudah rasanya melepas masa lalu…sekedar mengingat masa lalu tak salah toh? walau kadang rasanya sedih jika kita masih (paling tidak) menyimpan perasaan yang sedemikian pada mantan, tapi sebagai balasan, kita tidak lagi menemukan perlakuan yang sama dari mereka.hmm sulit untuk realistis jika sering hidup dialam mimpi, memang, hahaha..oh satu lagi. sekedar pertanyaan. saat mantan tiba2 menghubungi mu, dengan atau tanpa alasan yang cukup, apa yang kau rasakan??.
thx for reading!
GG
makasih buat ‘in yang udah sms kemarin.Mohon maaf lahir bathin juga ‘in…I just want to say I am sorry for something that i did in the past ya…salam untuk keluargamu and, happy birthday!
Mengapa??
October 11, 2006
hanya satu pertanyaan, mengapa (baru sekarang)?
sesal tiada guna.aku terlanjur melangkah.aku harus tegak lurus berjalan karena sulit untuk kembali mundur ke belakang.semua sudah tak lagi sama..
Andai kala itu aku mengetahuinya..semua akan berbeda
"tapi sejatinya hidup adalah untuk dijalani bukan disesali….
"terima kasih kuucapkan untuk seorang sahabat yang menemaniku melewati malam ini dan membuka mataku. walau pembicaraan kita adalah sesuatu yang sudah terlewati saat lampau. rasaku kala itu (mungkin) juga sama. dan kali ini kita sama-sama menikmatinya walau itu sudah berlalu…
Lelah hati…
October 10, 2006
literally.aku sedang lelah hati.capek dengan perasaanku sendiri.jenuh dengan tekanan dan paksaan dari orang luar, yang celakanya berhak memaksa dan menekanku.
tapi aku tau kemampuanku.tapi aku paham betul betapa bertanggungjawabnya aku saat sebuah,bukan,seribu beban besar ditumpangkan ke pundakku.tapi kali ini diluar batas. sekedar membayangkannya saja sudah membuat rambutku rontok total.menjalaninya dengan terpaksa atau tidak-pun membuatku lelah badan dan mental. kepalaku bagai tertarik keatas tanpa rasa nyawa.
gamang rasanya…
kali ini bukan sedih yang mendera.tapi lelah tiada tara. tak pernah aku serajin ini tapi itupun masih belum cukup dimata mereka.Hey!aku bukan mereka!aku tidak sekejam mereka! aku masih melihat dengan hati, karena tak selamanya kepala bisa berfikir dengan jernih?!
tertawaku,gurauku dan bicaraku belakangan ini tetap sama. tapi yang ada didalam hati&kepala-ku yang berbeda.
aku lelah menjadi anak manis yang lugu dan penurut.aku lelah terbelenggu pada tanggung jawabku. aku lelah iri pada orang2 sederajatku yang bisa leluasa bergerak dan beristirahat saat mereka harusnya melakukan paling tidak separuh kerjaku. aku lelah diperlakukan berbeda. aku lelah didominasi rasa lelah. lelah menunggu saatnya jeda padahal aku segera disambut oleh kelelahan dan deraan lainnya.aku butuh istirahat sejenak,walau itu pun tak akan menyelesaikan lelahku. hanya menundanya menjadi lebih lama.aku ingin menjadi orang yang tidak bertanggung jawab,tapi kenapa aku tak kunjung kuasa melakukannya?
sayang.tak ada waktu untuk berekonsiliasi dengan lelah. tak ada masa untuk bernafas lega.semoga belum, maksudku.
ahh selalu ada harap untuk berhenti dari lelah ini.tapi apakah hidup hanya berpaut dari suatu kelelahan ke kelelahan lain?
gita capek.gita ingin dimengerti.gita ingin dirangkul walau sekedar hanya untuk menumpahkan rasa lelah dan didengar.
gita lelah hati…
10.10.06 setelah diskusi yang melelahkan itu
CINTAKU JAUH DI PULAU
October 9, 2006
CINTAKU JAUH DI PULAU
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan oleh-oleh buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
1946
~gak nyangka puisi yang umurnya sudah 50 tahunan ternyata bait pertamanya masih applicable buat-ku :), semoga si akang nggak kelamaan berlayar hingga perahunya rapuh dimakan takdir…dan semoga perahu itu menghantarkanku untuk kembali bertemu dan berjodoh dengan si akang kelak…Amien

