Dialog dengan rumput

January 29, 2007

Rumput "Hamparan rumput terbentang dengan indahnya, hijau dengan butiran embun di pucuk2nya. terlihat segar dan menentramkan…

ini masih pagi….

Ku-rebahkan tubuhku keatas rumput itu, berusaha menyatu dengan alam.Aaah, sudah jarang sekali - mungkin - sudah tidak pernah lagi kulakukan hal itu..menikmati udara pagi sambil kubiarkan basahan embun menyelinap kedalam pakaianku…sesekali ku kibas2kan tanganku hingga menyentuh tanahnya, agar semua embun jatuh dalam remasan jariku.. air embun itu begitu dingin..

aku terpejam,tapi segera terkesiap ketika mendengar rintihan…

"aku sakit…kau menyakitiku!!!"

Disekelilingku tidak ada orang. aku mulai berfikir, apa aku sudah mulai kurang waras? kucoba ingat penyebab ketidak warasan-ku.. banyak beban menumpuk belakangan ini, tapi biasanya memang demikian, atau itu mahluk lain???

"aku akan sakit, jangan menyakitiku…", sahut suara itu lagi bertambah jelas

Mulutku tidak bisa berbicara seketika, tapi aku tau dan aku dengar betul aku menjawab didalam hati?

"siapa?siapa kamu? siapa yang menyakitimu?"

"aku, rumput dibawahmu, aku hampir kesakitan…"

Langsung loncat aku dari rebah-ku…kegiatan seketika itu membuat beberapa bagian tubuh-ku menjadi tegang, aku reflek melompat ke tanah tak ber-rumput..tepat disamping tempatku merebah tadi…

aku duduk terpekur…antara percaya dengan tidak percaya rumput bisa berbicara…kusila-kan kakiku dan ku tundukkan badanku mendekati rumput itu. sekedar memastikan aku tidak gila. ia mulai berkata lagi..

"terima kasih"….

sekedar memuaskan keingintahuanku, aku mulai mengajaknya berbicara.

Aku: "kenapa kau merintih? apa aku benar menyakitimu?"

Rumput:"hmm,sebenarnya tidak,belum mungkin"

Aku:"Berat-ku menimpamu tadi, itukah yang membuatmu menjerit?

Rumput: "tidak juga, aku sudah terbiasa"

Aku:"lantas apa yang menyebabkanmu mengusirku dari hamparanmu? bukankan setiap hari orang, hewan dan berbagai macamnya kerap menginjakmu? untuk itulah kamu ada kan?"

Rumput: "Itu hal biasa, kami sadar kodrat kami…Tapi tanganmu… tanganmu hampir mencabut salah satu, dua atau lebih dari kami.. tanganmu"

Aku:"siapa bilang aku mau mencabut kalian?, aku hanya mengibas2kan saja, sekedar mau merasakan embun…

Rumput:"biasanya dimulai begitu, setelah itu kalian akan mencabutnya dengan amat keras. Taukah kamu, jika satu saja diantara kami tercabut, semua rumput di hamparan taman ini akan merasakan sakit yang luar biasa?"

Aku: "masa’ sebegitu hebatnya? ah kau sungguh mengada2"

Rumput:"tidak.. itu benar…beberapa kali kami merasakannya.. kau tidak tau, jauh didalam sana, akar2 kami bertalian…satu sakit, seluruhnya terluka…beberapa hari lewat sekumpulan orang sibuk mencabuti kami..kami sudah berteriak kesakitan, tapi mereka tetap mencabutinya.. kau lihat beberapa diantara kami telah berubah warna menjadi kecoklatan?"

Hmm, semula kupikir semua rumput ini hijau, tapi kupandangi lebih seksama, memang beberapa diantaranya terlihat layu dan menggelap..

Aku:"tapi kalian cuma rumput.itulah sejatinya hidup kalian. diinjak dan dicabut. kadang diratakan.kalian tak punya daya untuk menolak atau menghindar" Lagipun, aku tak berniat mencabut kalian, aku hanya ingin menikmati tidur diatas kalian..itu saja.."

Rumput:"Kami selalu takut, orang yang menyentuh tubuh2 kami pastilah mau mencabut kami dengan paksa.kami pernah terluka, wajar tentunya kami menjadi takut akan kemungkinan terluka lagi?"

Aku:"tapi" kuulangi, "kalian cuma rumput"

Rumput: "berjanjilah kau tidak akan menyakiti kami"

Aku: (masih dengan heran) "Baiklah aku berjanji…"

Rumput:"maafkan kami yang terlanjur pernah terluka, kami tidak mau ambil resiko untuk menderita lagi, kami terlalu lemah untuk disakiti. bahkan kami terlalu sensitif terhadap kemungkinan orang akan menyakiti kami lagi. jangan pernah mencabut kami..

Aku:"ya, kalau kau mau, aku bisa sebarkan ke orang lain, ke teman dan keluargaku yang mungkin menginjakmu - lah", sahutku mengakhiri

Rumput: "terima kasih, sekarang kau boleh kembali tidur diatasku"

pelan2 kurebahkan tubuhku kembali. masih sambil berfikir, kenapa aku bisa berbicara dengan rumput dan apa makna pembicaraan kami…

lama kelamaan aku terlelap dan entah bagaimana, tiba2 aku sudah terbangun pada saat matahari sudah menyengat dan menyilaukan pandanganku;

pada saat itu tidak lagi bisa kubedakan mana yang nyata mana yang mimpi. siang hari ini atau dialog dengan rumput di pagi hari?

GG

maaf ya rumpuut..(inget ospek dan tibum jadinya)

buah simalakampret!

January 28, 2007

Pertanyaan:

Mana yang lebih menyakitkan..

tidak dipercaya teman (tanpa sebab)

atau

di’kadali’ teman (yang kau percaya)?

hmm, sama2 gak enak lah pokoknya!

Adrenaline

…………….apa benar……………..

jika anda sudah memperoleh segala sesuatunya, sesuai dengan standar yang berlaku di masyarakat awam sehingga anda pantas bersyukur akan karunia-NYA (selanjutnya disebut dengan kemapanan), kemudian itu sama artinya dengan hidup didalam garis lurus yang stagnan?tidak bergejolak? ‘mati gaya?’

…………….jika tidak…………….

lantas mengapa masih selalu ada ‘godaan syetan’ yang tak tertahankan dengan alih-alih berupa adrenalin yang muncul dan membuat segala sesuatunya tidak lagi pada jalurnya? (selanjutnya disebut sebagai ketidakmapanan)

…………..apa benar…………….

manusia itu pada dasarnya kurang tau bagaimana mensyukuri apa yang sudah mereka peroleh dan cenderung mencari perbandingan dan hiburan diluar sana, sementara hal itu bisa menjadi bencana maha dahsyat kelak?

…………….jika tidak…………..

lantas apa lacur jika perselingkuhan dan penghianatan semakin marak dan terlegalkan,apapun definisinya,seberapapun besarnya? apa siklus hidup akan selalu bergulir dengan sedemikian adanya?

j.i.k.a.t.i.d.a.k.i.n.g.i.n.s.a.k.i.t.k.e.n.a.p.a.h.a.r.u.s.m.e.n.y.a.k.i.t.i. j.i.k.a.i.n.g.i.n.m.a.p.a.n.m.e.n.g.a.p.a.a.d.a.g.o.d.a.a.n.i.t.u.?.

TITIK NOL

January 12, 2007

Aku sedang berada di titik nol

Aku sedang tidak bisa membangkitkan rasaku

Aku sedang tidak kuasa meneruskan sesuatu yang sedang berjalan

Aku sedang tidak punya alasan untuk bertahan

Aku sedang berlayar di laut ketidak pastian

Aku bertarung dengan kejenuhan yang membuatku gamang

Aku sedang berada di titik nol

"Kira2 trimester ketiga tahun lalu, Carol, dari International Education office meminta dan mengumpulkan beberapa pelajar Indonesia di ANU (terutama perempuan) untuk datang dan melakukan group interview dengan wartawan dari majalah Femina…Berhubung (saya) gak ada kerjaan, ya ok2 aja..setelah diwanti2 sedikit oleh orang2 IEO agar jangan memberikan statement yang membahayakan (i.e. berkaitan dengan politik dan sejenisnya), maka dimulailah wawancara 30 menit itu.

"Mengalir bagai air", kira2 begitulah gambaran yang terjadi saat itu..jelas saja, yang ditanya adalah wanita2 untuk menceritakan pengalaman mereka, ya udah, sahut menyahut, ketawa-ketiwi etc dll, walau carol ikut mengawasi, gak masyalah, toh kami memang ditanya dan menjelaskan sesuatu yang remeh temeh sifatnya :)…interview akhirnya berakhir , ceprat cepret beberapa kali, trus kami berpisah dengan si mbak wartawati itu.. Janjinya, dia akan kasi tau kami lewat email. ah tapi biasalah..janji wartawan kan bukan seperti janji joni, sebagian dari yang diwawancara juga kebetulan sudah pulang karena mereka hanya melakukan short course di ANU..jadi gak ada yang mempersoalkan lah.. kita juga udah lupa dengan sendirinya..

Sampai, dihari yang panas terjadi percakapan yang kurang lebih begini:

Mbak Ira: Eh git foto lo ada di femina edisi terbaru tuh, tentang study di canberra…

Gita: Iya mbak? bagus gak(fotonya)? *narsis mode on*

Mbak Ira: Bagus kok, gue iseng baca ternyata ada yang gue kenal

Gita:"makasih mbak Ira!" (ternyata mbak ira ini memang pelanggan femina yang setia - informasi dari internal source)

naaah, langsung lah kubuka website Femina.. tapi sayang, cuma ada judulnya aja :( (penasaran dong bo! kalau ikke kurang cantik di foto? ckckck teteup aja gak mencari esensi dari rubrik tersebut)..

untunglah mbak pepi, ini kakak kandungku yang sangat baik hati, bersedia mengorbankan uang sakunya untuk membeli femina dan men scan-nya…walau dia memberikan komen:

"Ps: Cuihhhh, statement lhoe dihighlight, suatu statement yang sangat tidak mengacu kepada realitas :p "

So, without a further due..may I present the coloumn.. (cuma untuk dokumentasi,bukan publikasi kok yaa.hahahah!)

ps:jangan protes kalau liputannya gak bener yaaa karena dia memang me-mix antara ANU dan UC dan Canberra etc… hehhehe

thx 4 reading!

Salah?

January 4, 2007

Salahkah
aku??

..”salahkah
aku bila kini….

ada yang lain mengisi hati?”…

 

Tiba2 lagi (lucunya semua
hal kumulai dengan tiba2), aku jadi ingat lagu titi dj “salahkah aku”.

Dulu aku benci sekali lagu
itu!..alkisah (buat yang mungkin usianya belum se-tuir aku a.k.a beda generasi),
Titi DJ itu pacaran amat sangat lama,
amat sangat mesra, amat sangat ideal dengan Indra lesmana… kisah kasih mereka
menghiasi hampir semua edisi majalah remaja kala itu… dream-couple deh!

Ndilalah Titi (entah kisah
resminya gimana) ‘kepincut’ sama Bucek Deep dan kemudian pergi meninggal-kawin Indra begitu saja…
kebetulan Indra lesmana gak kalah kreatif (kala sedih) seperti lagu2 mendayu
Glenn saat ini…dia juga punya satu album isinya lagu suediih semua!
Duh!…namun sebagai penggemar keharmonisan pasangan Titi-Indra dulu,sampe Titi
nikah ama bucek, cerei, trus Indra nikah sama Sophia, cerei’ juga, gue masih
amat sangat percaya bahwa cinta Indra ama Titi beneran kuat…Lihat mereka ber-2
di Indonesian Idol, biar kata Cuma jadi juri aja, bias membuat luka-ku dulu itu
terobati (ps:sape eluu kale?)

 

Hmm,back to the real
reason why I write this thought…

 

Sebenernya, dari kisah
putusnya Indra- titi itulah yang menjadi inspirasiku….sedikit
observation-method dan dibuat ilmiah dikit nih!

 

Latar
belakang/Introduction:

Sekian banyak orang yang
memutuskan untuk menjadi terikat dalam usia muda,atau paling tidak se
cepat2nya.. entah karena dorongan pribadi maupun dorongan lingkungan (keluarga
atau external). Kadang pencapaian komitmen ini merupakan suatu syarat mutlak
untuk terhindar dari gunjingan orang2 sekitar…walau sebenarnya memasuki dunia
komitmen adalah phase memasuki suatu permasalahan (jika saya boleh katakan
begitu?) baru..tapi hal tersebut tidak mengurungkan niat para pasangan muda untuk
menyegerakan diri berkomitmen…dengan alas an tambahan: “menghindari zina”, “mau
cari apa lagi?”, “sudah wayah (waktu-red) nya”, dll.

 

Namun, segala semangat
kebahagiaan, kebangaan yang itu kemudian (pada beberapa kasus) hanya bertahan
sesaat. Tanpa memperhitungkan berapa lama pasangan berkomitmen ini menjalani
masa penjajagan mereka, dua bulan ataupun delapan tahun, tiba2 ada suatu
‘keterbiasaan’ yang menjadi ‘biasa-biasa’ saja dan mengkikis suatu ‘adrenalin’
hidup yang biasanya bisa memompa semangat. Untuk sebagian kelompok yang
kemudian komitmen mereka , menjadi sesuatu yang ‘biasa’ (kalau saya tidak boleh
katakan itu sebagai proses repetisi yang stagnan) itu merupakan salah satu
konsekuensi komitmen yang memang sudah dipikirkan masak2..jadi level-nya selalu
dijaga agar tidak terjerumus pada kebosanan dan perpecahan.. Namun tidak dapat
dipungkiri bahwa disela komitmen tersebut, ada kalanya ‘faktor x’ yang
muncul bagi sebagian kelompok yang lain;
yang kemudian memompa adrenalin, membuat hidup menjadi lebih bersemangat,
membuat pipi kembali bersemu dan membuat hati kembali berdegup kencang.

 

Kembali ke lagu yang
menginspirasi saya; pada saat titi-indra adalah pasangan yang kedekatan dan
romansanya paling diimpikan seluruh mahluk saat itu, kenapa titi kemudian harus
berpaling (atau ‘tergoda, aku tergoda’ – istilahnya) ke bucek??

 

Research Question:

Sebenernya salah – kah
saat ada yang lain mengisi hati dikala hati sedang dimiliki oleh yang lainnya
(i.e. sedang berkomitmen?)?

 

Methodology
dan Analysis

Observasi yang dilakukan
pada beberapa pasangan berkomitmen ideal, berkomitmen dengan level bahaya siaga
satu dan berkomitmen dengan tidak ada harapan akan bertahan lama menunjukkan
bahwa memang semua hal itu berpulang pada individu masing-masing. Hidup itu pilihan.
Segala resiko itu tergantung pilihan tersebut..

 

Pada tulisan terdahulu
mengenai “oh ini /(boleh) kah indah mendua”, rata2 mengomentari dengan satu
suara: nggak mau sakit jangan nyakitin…(btw itu menginspirasi saya untuk
menulis tulisan selanjutnya berjudul: “Apakah Karma benar ada?”, hehehe), tapi
kalau seandainya anda2 benar pada diposisi kawan saya terdahulu itu, apa masih
bias anda melihat dengan jernih?…berkaitan dengan tulisan ini, jika ada
‘godaan’ dari luar yang benar2 worth/sepadan dan sangat amat menggoda, apakah
anda masih bias membedakan garis batas boleh dan tidak boleh?pantas dan tidak
pantas?legal dan tidak legal?…

 

Saya pernah mencoba, atau
lebih tepatnya terjebak beberapa kali pada hubungan model itu.bedanya adalah,
Karena saya bukan pelaku utama, melainkan observer jarak dekat yang kebetulan
mendapat keistimewaan untuk mengamati, menilai dan mengintervensi secara
halus..memang susah rasanya untuk bisa berdiri tegak saat hati mulai bicara..karena
tidak semua orang diberi keistimewaan untuk ‘memilah’ sejak awal (excuse ini
untuk mengantisipasi pembaca yang akan bilang: “Ya sudah, jauhin aja dari awal
kalau tau potensi berselingkuh!), kadang seseorang itu masuk kedalam ‘jurang
kenikmatan’ (haiah bahasanya, gak sedahsyat itu deh, kita gak bicara masalah
sentuhan fisik ya disini!) tanpa orang itu sadari,,tiba2 aja sudah terlibat
didalamnya.. mungkin dulu titi juga begitu. Dia nggak ngeh. Tiba2 dekat dengan
bucek, tiba2 menemukan yang tiada dari indra, tiba2 menemukan ‘adrenalin’ yang
bergejolak setelah kestabilan hubungan yang nyaris tanpa cela membuat titi
bosan.. ah tapi mana tau apa yang sebenarnya terjadi?

Terlebih saat godaan itu
memang menawarkan sesuatu yang lebih manis.. bukan tidak mau bersyukur atau
penulis menjadi tendensius membela ‘penyimpangan’ macam itu, tapi kadang memang
susah menentukan dan menjawab research question diatas. :”SALAHKAH?” karena
otak menjawab salah tapi hati berkata lain, dan bibir berkata jauh lebih
berbeda…

 

Apa batasannya seseorang
diaktakan melanggar komitmen mereka? Apa pagarnya seseorang boleh atau tidak
boleh melakukan hubungan dengan orang lain saat ada komitmen yang nyata
mengikatnya? Apa memang benar tabu
bagi seseorang yang berkomitment untuk merasakan gejolak hati karena orang
lain, sementara tiada yang bias memerintahkan hati untuk berhenti berbunga saat
memang waktunya berbunga???

 

Kesimpulan dan saran

Jujur penulis masih saja
bingung.. sama seperti gagalnya penulis menjawab pertanyaan kawan yang sedang
kedanan dengan pria lain saat lampau (baca: “Oh ini / (boleh) kah indah mendua),
pantas otak yang biasanya encer menjadi beku begini, karena memang bukan otak
yang sedang berbicara, tapi hati yang sedang berkata-kata…

 

Research question diatas
memang tidak di jawab dengan kesengajaan dan ketidaksengajaan penulis yang
kebetulan masih belum berkomitmen saat ini (eh eh,.. kok ada sesi curhat?), dan
biarlah berpulang pada tanggapan masing2 orang yang membacanya…

 

Toh titi memang (sempat)
bahagia dengan bucek dan akhirnya semua orang yang kecewa dengan perpisahan
titi-indra menjadi mahfum adanya?, toh indra-pun akhirnya menikah dengan 2
orang wanita2 cantik yang memang lebih baik dari titi? Toh kesalahan itu, kalau
memang dianggap suatu penyelewengan dan perselingkuhan, akhirnya menjadi tiada
arti? Toh, mungkin, indra sebagai objek penderita tidak kuasa menentukan apakah
titi salah atau tidak karena ini bicara soal hati bukan logika?! Ya sudahlah?!

Tapi…

Apa benar begitu? Apa
benar tidak apa2 mencari dan menemukan adrenalin diluar komitmen kita? Apakah ini
suatu research question yang baru???

 

Memang susah kalau sedang
bicara hati dan masalah kesenangan, preferensi pribadi saja lah dari pada
repot?

 

Kala itu abu-abu bersemu biru!

 


010107

January 1, 2007

All
The best new Year’s eve ever!!!
(foto courtesy of Yayan)

hahahhahahha, tidak lagi bisa diungkapkan hanya dengan kata2, EXTRAVAGANZA!! hahahaha… berhubung udah ada yang duluan menuliskan dengan cukup detail, jadi untuk menyimak cerita bahagia tak terlupakan ini, mohon di refer ke blog milik dik yayan :
http://yayanyusuf.blogs.friendster.com/

my_blog/2007/01/the_best_nye_ev.html
(note: copy 2 line alamat diatas dan paste di kotak alamat web; trus spasi antara "/" dengan my_blog dihilangkan)

semoga bisa menjadi awal yang baik dan semoga sering2 kita punya pengalaman model begindang, aseli asik bo!!

with love
GG