Khayalanku…

February 28, 2007

***WANITA ITU…

"Dini hari itu, pagi-pun belum terjelang…

ayunan kaki yang sungguh terasa beratnya menyeret wanita itu ke tempat dimana ia harus merelakan sesuatu yang sungguh berharga untuk ia tinggalkan.

ya,

tak hanya ragam keceriaan yang bisa mengisi hari-harinya belakangan ini, tapi juga satu hal yang sangat ia junjung dengan amat sangat tingginya..hal yang mungkin sedikit terlambat untuk ia nikmati …

wanita itu sadar benar, bahwa detik itu ia terpaksa harus melangkah meninggalkan dan menanggalkan hal yang kelak mungkin menjadi usang, kembali ke asal yang sejatinya tidak juga ia ratapi.

***merayakan keterpasungan kembali kebebasannya…

***dan mengucap selamat tidur pada mimpi2nya…

dititik tangis lirihnya dia berucap lemah…

"kelak akan kubangunkan lagi mimpi2 itu!"

"kelak kujelang kembali dan kubebaskan keterpasunganku!"

"suatu saat nanti, ya, suatu saat nanti!!"

seiring meningginya fajar, janji itu menjelma menjadi do’a

dengan titian embun yang kemudian mengamininya..

dan sinaran matahari yang seolah mengukuhkan sumpah,

wanita itu-pun kemudian terlelap dalam tangis dan senyuman

***TAMAT…

Cerita ini hanya rekaan semata. Penulis meminta maaf jika ada kesamaan tokoh dan karakter, itu hanya ketidaksengajaan semata (",)

with love and thanks and tears and pray,

miss u already neng.wish u all the best!

betina menangis

February 14, 2007

Hari ini aku baru bisa mengeluarkan air mata

menangis sejadi2nya walau hanya sekejap adanya

setelah hari kemarin itu terlewat begitu saja

setelah semua harapku hilang tanpa bekas

betina egois yang hidup di alam mimpi!

~~~

February 10, 2007

Sangat menyebalkan,

Berada disekitar orang yang selalu tidak sejalan, baik dengan cara keras atau lembut, tajam atau perlahan tapi menusuk, dan atau berwujud musuh ataupun teman…

***

orang yang selalu berpendapat, bersikap di arah berbeda dengan pandanganmu,

orang yang selalu menyalahkan tindakanmu,

orang yang selalu mengambil posisi untuk berseberangan dengan mu,

orang yang selalu men-judge semua tindakanmu seolah kamu adalah orang tercela di dunia dan tidak pernah berbuat benar,

orang yang membuatmu merasa jadi orang tertolol dan tertidak bijak seluruh jagad raya,

orang yang selalu berusaha mendukung orang lain yang nyata sedang berseberangan denganmu,

orang yang selalu berusaha membuatmu iri atas apa yang ia lakukan namun tidak kau lakukan,

orang yang keras dalam kelembutannya menentang segala tindak tandukmu seolah dengan cara terhalus yang pernah ada,

orang yang selalu membuatmu pulang dan merenungi dirimu sendiri atas perkataan sok bijaknya yang sebenarnya menghakimimu dengan keji,

orang yang tidak tau berterima kasih atas apa yang telah orang lain berikan kepadanya,

orang yang sulit mendengarkan nasihat orang lain dan dengan sangat sok tau selalu menerapkan (dan memaksakan) standar-nya pada orang lain seolah2 itu adalah hal yang paling mujarab,

orang yang merasa dirinya adalah orang terbenar sepanjang sejarah,

orang yang tidak bisa menerima kritikan balik atas kritikan yang pernah ia hujamkan ke orang lain,

orang yang suka berkomentar menyalahkanmu disetiap kesempatannya untuk menikam,

dan orang yang bisa dengan egoisnya bersikap memonopoli dan memanipulasi orang lain namun tetap belagak pantas menasihati orang lain…

***

Bukan melulu resiko bertemu orang macam ini yang takut kuhadapi dan cenderung kusesali; namun bukankah hidup cuma sekali untuk menikmatinya bersama orang2 yang bisa menghargai dan sejalan denganmu? atau paling tidak, orang2 yang bisa berfikir netral dan bertindak wajar dan normal?

bukankah pilihan untuk bersama orang yang bisa membuatmu nyaman adalah hak seseorang yang bernafas dan hidup? wajarlah jika ‘zona perasaan aman’ dan ‘perasaan tenang dan tidak kikuk’ yang lebih diharapkan muncul ketimbang berlama2 dengan orang yang berpotensi membawa energi negatif padamu dan membuatmu marah dan muak akan dirimu karena dirinya?

***

Lagipun, aku percaya akan keseimbangan dan kesetimbangan hidup. setiap manusia punya sisi positif dan negatif. tidak ada gunanya mengeksplor sisi buruk berlebihan hingga membuatmu merenungi hidup lebih lama dari yang dibutuhkan hanya karena komentar sinis, nakal, ’sok bermakna’, judgemental dan penuh kemenangan-nya.

***

get real saja, kau juga tidak sesempurna yg kamu kira!

***

~ tiba2 kemarahan itu memuncak dengan hebatnya