Membalik Bantal (Rated MA+)
June 12, 2007
"Cassi tidak sengaja terbangun dan segera berniat membalikkan bantalnya…
‘atau tidak?’, gumamnya dalam hati…
tanpa ada angin apapun mimpinya kali ini terasa begitu panjang, indah dan nyata. seorang pria dari masa lalunya, yang nyaris satu dekade tidak kunjung ia jumpai batang hidungnya; hadir didalam alam tidak nyata-nya. tanpa ada angin apapun!
‘ah tapi itu hanyalah bunga tidur’, mulut dan hatinya terus berusaha menalar apa yang baru terjadi seraya ia melangkahkan kaki ke kamar mandi dengan pikiran yang penuh dengan tanya. sesekali kenangan masa lalunya berlalu lalang dan muncul satu persatu.
‘tetapi kalaupun itu bunga tidur, bagaimana aku sungguh bisa merasakan hangatnya bibir dan isapan mulutnya di mulutku hingga sekarang? hingga saat aku terbangun?; kenapa masih kurasakan beratnya tindihan tubuh besarnya diatas tubuhku ketika kami bercinta tanpa selembar benang-pun membatasi tubuh kami?; kenapa suara, harum tubuh dan desahan nafasnya masih sama dengan yang dulu aku hafal benar? walau kali ini dia lebih pandai dan piawai dalam memuaskan dan memainkan tubuhku dengan kedua tangannya! kemajuan baru! aku bisa merasakan puncak kenikmatanku hingga hampir tamat;
"hanya hampir?…"
Ya!,hampir!, sial! perempuan suci-kah aku?! walau dalam mimpi-pun aku menikmati semuanya secara sembunyi-sembunyi?! penuh ketakutan akan pria sah-ku saat ini menangkap basah kami? dan entah dari mana moral-ku tiba2 muncul mengganggu sehingga dengan halus dan berat hati kulepaskan dekapannya dan mulai ku kenakan kembali busana yang semula berceceran di lantai kamarku hingga akhirnya aku terbangun…
‘hanya mimpi!’, ucapnya lirih seraya akhirnya melakukan niatnya membalikkan bantal tempat dimana ia mendua walau hanya didalam tidur….

*tamat*
terima kasih buat ***** yang telah menginspirasikan cerita ini.
sekali lagi ini adalah khayalan semata dan ketidak sengajaan jika ada kesamaan tokoh dan cerita.
dan terima kasih karena anda mau membacanya…
Pelajaran baru dari seorang teman…
June 1, 2007
satu pelajaran baru…
teman, sedekat apapun, se-kau anggap saudara-pun,
kadang tetaplah sebagai satu individu yang berbeda,
yang pola pikir dan perasaannya tidak pernah sama sepertimu,
yang ternyata merasa kurang dihargai saat kita butuh penghargaan darinya,
yang kata2nya ternyata bisa menusuk sampai ke tulang belakang,
yang, simply ternyata bisa tidak mengerti dirimu; setidak mengerti dirimu terhadap dirinya…
yang akan membela diri saat diserang; seperti dirimu membela-mu saat terserang,
yang bisa mengandalkanmu disetiap saat termasuk saat gentingmu, seperti kau mengandalkan kesiagaannya,
yang mengerti benar sikap dan titik lemahmu, walau kadang menggunakannya tanpa berfikir iba,
yang bisa menghujatmu akan sifat buruk yang sebenarnya kau rasakan ada padanya,
yang bisa menjadi tidak sama seperti yang kau tau, seperti dia merasa tidak tau ditengah semua pengetahuannya tentangmu…
yang bisa bersikap egois terhadapmu, seperti mungkin satu titik hidupmu yang mengacuhkannya,
yang tidak luput dari salah, seperti dirimu yang kerap melakukan kesalahan,
yang bisa salah paham, seperti kau yang salah memahami…
yang, memang hanyalah seorang teman, saat kamu butuh teman seperti dia atau kamu tidak butuh teman semacam dia…
yang bisa jauh padahal dekat, begitupun sebaliknya…
yang bahkan intensifitas komunikasi verbal maupun non verbal apapun yang kau miliki akan tetap membuat mereka menjadi seorang teman.
pedih ternyata. sulit lepas dari ingatan rupanya. dan sangat mengejutkan nampaknya…
tapi aku belajar banyak, sambil terus belajar dan berusaha membuat hati dan pikiranku berkompromi dengan waktu yang mungkin dan akan menyembuhkan lukaku dalam proses pelajaran ini…
toad, june 07
terima kasih atas pelajaran itu teman!