dua menjadi dua

January 22, 2008

dua jarak semakin terentang, semakin menjauh

dua hati semakin asing, tak lagi saling kenal

dua yang satu kembali menjadi dua

dua jiwa, akankah dan haruskah siap untuk tidak dipertemukan?

bahkan setelah sekian tahun berjalan dan sekian banyak cerita?

entah.

GG

can’t define my heart anymore,can’t predict anything anymore either.

Canberra Hujan Hari Ini

January 15, 2008

Sejak pagi tadi, ah tidak, sejak mataku terbuka tadi, suhu di sini sumuk seperti mau hujan.

tak mungkin, summer kali ini yang agak terlambat menyisakan januari yang terik dan membakar kulit..

tapi benar saja

hujan deras, sesekali berhenti, dan mendadak hujan lagi hingga kabut turun sungguh hadir di canberra yang kering.

Alhamdulillah…

paling tidak semoga liputan canberra bush fire yang kami tonton semalam tidak terjadi lagi, dan di summer yang panas ini, aku bisa kerap mandi karena tidak ada water restriction lagi!

bukit sebelah sana kamarku masih terliputi kabut putih tipis. hujan sedang berhenti walau awan masih menggelap.

ah,

canberra hujan hari ini!

GG

ditengah hati yang masih belum menentu menanti jawaban dan kepastian it datang…

Ayat Ayat Cinta

January 15, 2008

Pukul 5.56 pagi hari,

akhirnya lembaran terakhir berhasil aku tuntaskan. setelah sekian lama menahan rasa penasaran akibat provokasi mas agung yang amat penasaran dengan versi film dari novel ini atau komen enteng heri yang mengaku sejak jaman baheula sudah menyantap habis isi novel ini, atau rayuan windi diujung YM sana yang menyarankanku untuk mulai menekuni baris demi baris novel karya kang abik- ini (Question 1: is he sundanese?:) demi mengubah pola pikirku akan hidup dan cinta.

aah,

semua orang yang dekat denganku tau bahwa bentuk buku yang aku baca yang bisa menerbitkan syaraf membacaku hanyalah komik. itupun bukan komik ala jepang yang sedang marak belakangan ini pusing aku baca komik menumpuk model begitu!; dari masa laluku masih setia kutelusuri: donald bebek, mimin, petruk-gareng, dan paling mentok cerita asterik atau epik mahabarata dan ramayana karya jan mitaraga (ah ha! aku masih ingat nama pengarangnya!)…

aku ingat mulai membaca novel ini saat seusai aku print ( he he, maaf, saking penasarannya, aku cari versi pdf sehingga bisa aku print.. tak ada yang punya buku itu yang kutau disini..maaf.. mohon jangan ditiru bentuk pembajakan seperti ini :) kelak filmnya akan kucoba beli yang aseli (iya laaah, film indo ga ada yang bajakan gitu loh! hahahah) tiga halaman saja. pernik2 thesisku yang menggunung dan menunggu dikerjakan membuatku merasa sungguh bersalah untuk mengacuhkan demi membaca bentuk material yang sulit aku cerna, ya itu, karena mungkin bukan hoby-ku membaca…(kebayang kan kuliah begini tapi ga doyan mbaca? hahaha).. lalu kuhentikan bacaanku pada novel (print2an) ini…

baru tadi malam seusai jibpon- kewajiban telepon, mungkin sekitar stgah satu malam nyaris jam 1 aku mulai menelusuri lagi mulai halaman ke empat, lima, enam, dan seterusnya. jujur bukan hal mudah menahan kantuk, kemarin malam saja aku sudah bersitegang dengan tetangga india-ku yang pake nada a minor tinggi sekali beradu argument entah dengan siapa di ujung sana; padahal aku sungguh butuh tidur untuk bisa bangun sangat pagi (janji jam 10 adalah bangun sangat pagi, karena weker harus ku set beberapa kali utnuk bisa benar2 ontime… waktu subuh, jam 8, jam 8.20, jam 8.45, jam 9 dan akhirnya weker jam 9.12 yang menyentakku bangun dan memaksaku mandi di pagi hari…)… belum lagi soal lapar yang tiba2 muncul, haus, kepanasan dalam summer ini, dan yang paling hebat adalah: melawan keinginanku menyalurkan panggilan alam untuk pipsey! mana mungkin aku tahan sekian jam tanpa melakukan aktivitas itu??Tapi ndilalah bisa! aku terus baca hingga total hampir lima jam aku menelusuri halaman demi halaman…

diluar ‘kegelapanku’ akan latar belakang budaya dan setting lokasi cerita itu; sama saat aku membaca "SAMAN" dengan latar belakangnya di sumatra sana yang aku tak paham, bukan gita kalau tidak mengkritik beberapa hal: bagaimana bisa dalam kurang dari 15 menit fahri bisa menjelaskan ada gadis amerika itu tentang hukum dalam Islam akan perlakuan kepada wanita secara lengkap?; bagaimana mungkin fahri berdusta kepada istri pertamanya masalah Nurul dengan berbagai sisi kealiman dan penguasaan materi Islam yang tak tergoyahkan bahkan sampai mengancam nyawanya sekalipun, dia tetap tegar? bagaimana mungkin ayah ibunya yang nun jauh di jawa sana tidak mendengar seucrit-pun berita setelah pernikahan, kemudian sebulan setelah pernikahan termasuk perjalanan ke alexandria, dan sekian puluh hari di penjara?; apa iya setelah menikah seorang anak tidak lagi bertanggung jawab moral kepada ibunya yang ikut menentukan keputusannya untuk menikahi gadis non-pribumi? dan banyak lagi 1001 pertanyaan konyol dan serius di kepalaku.

ah,

kang abik tetaplah manusia yang tak luput dari upaya konsistensi yang kadang menafikan realita sesungguhnya :) jujur kuakui kehebatannya menulis novel ini. bukan karena keindahan barisan dan tata bahasanya yang halus; bukan. dalam hal ini aku agak lain menilai dibanding windi yang begitu terinspirasi. entah. mungkin jenis kehidupan yang ku jalani sulit lagi rasanya kupercaya mutlak pada miracle(s) model begini. Bukan tidak mempercayai Keagungan Allah, naudzubillah.. hanya saja isi cerita terdengar sangat klasik dan cenderung usang karena berjalan benar2 pada rel tanpa ada kejutan2 yang membuat kernyitan dahiku bertambah. Ya, hampir 99 persen isinya sudah bisa ku tebak sejak tiap tokoh diucapkan namanya :) hanya 1 hal yang tidak kutebak, calon suami dari Nurul.. kukira akan rudi, teman fahri yang suka meledek fahri dan nurul :) rupanya kang abi masih ‘logis’ secara keislaman.. mencarikan pasangan se kufu untuk Nurul :)

Kalau boleh saya mengutip pernyataan dik widya:

"Too good too be true!"

ha ha ha, benar… dengan segala macam jenis kehidupan dan kenyataan hidup, hampir muskil rasanya ada orang seperti Fahri. asal indonesia pula (with due respect yaaa), pria jawa yang terkadang menghujat nilai ke jawaan yang tidak islami namun embrace sesuatu yang masuk logika agama. mau adil lah!.. tapi benar2 terlalu sulit untuk dibayangkan ada pria se ’suci’ ini :) yang bahkan tidak menyempatkan utnuk mbaca detik dot com atau SCTV co id yang sarat gosip via internet sperti temanku terhormat disini (no hurt feeling nih mas, sebagai sesama pengamat gosip dilarang saling menyebutkan nama), mohon maaf nih para pria…bukan bermaksud bukan….; plus dengan segala keberuntungannya yang amatlah sangat bercirikan penulis indonesia (atau india) yang serba ‘kebetulan’

namun kuberdecak kagum pada kang abik, yang konon sebagian ceritanya terinspirasi pada teman kuliahnya di Mesir sana.. cara dia merangkai cerita, mengumpulkan fakta dan informasi yang kutau benar tak mudah dia cari… aku jadi teringat, kemarin aku sudah tulis panjang lebar satu kisah ttg pria jawa dan gadis NTT. tanpa sadar aku menghapus web page sebelum ku posting, langsung hingga detik ini, sampai aku tergerak untuk menuliskan uneg2ku untuk novel ini, aku enggan nyentuh2 blog :) bayangkan, aku kerjakan 3 jam, dengan riset yang mendalam di internet dan sumber2 lain, setengah mati kupelajari cara menulis bahasa NTT, hilang dalam sekejap! (hmm, nanti kalau semangatku tumbuh, akan ku tulis ulang dengan perubahan kisah itu ya! tunggu wangsit lagi tapinaaa…).. bayangkan, novel setebal 300an halaman itu padat dan sarat dan logis (diluar bombastis too good too be true-nya ya:) mengenai budaya arab, mesir, jawa, turki, jerman, amerika, termasuk uraian lengkap nyaris tanpa cela tentang ayat2 dalam Alqur’an dan Hadist. aku percaya betapa berat dan sulit menanggung beban menuliskan sebuah novel yang sarat dengan Kalam Illahi dan Riwayat Nabi macam itu… kalaupun tidak dengan riset yang amat mendalam, kupuji pengetahuan agamanya yang cukup luas, yang bahkan ketika di Madrasah (hey! ga usah mengernyitkan dahi begitu! Aku benar tamatan sekolah Madrasah Diniyah!ada ijasahnya lho!) aku pelajari dan aku ragukan, ternyata itu benar adanya!.., soal pengarahan isi yan g’menjurus’ menjadi bahasa santun yang bisa dimengerti orang dewasa namun tidak saru untuk pembaca remaja juga cukup mengasyikkan untuk dibaca, sekaligus meringdingkan bulu roma :) benar2 don’t judge the book by it’s cover!

OK KANG ABIK, TWO THUMBS UP LAH! :)

Ok,

sekarang tinggalah berharap2 cemas seperti mas agung, menunggu kapan filmnya akan keluar. tapi seperti janjiku diatas, aku akan coba tonton ini versi aselinya (amien, mudah2an aku gak lupa), nggak dari You tube seperti biasanya (tapi kalo thrailler-nya boleh kan?, hehehe dasar pembajak!).. ada beberapa modifikasi sepertinya, Maria kecelakaan bukan sakit karena cinta; semua dibahasa-indonesiakan sepertinya agak memaksa, dan benar komentar salah seorang di trailer you tube, agar menjadi ladang dakwah yang jitu, baiknya pesan2 hati fahri ada yang membacakan, semacam narator deh! (btw busway: pemeran Aisha adalah Riyanty Cartwright? huaa!)

dan satu hal lagi,

untuk menuliskan ini aku hanya butuh 40 menit! hebat memamng AAC yang inspiratif!! Aku lebih tertarik pada penulisnya dan mengetahui latar belakangnya sekarang ;)

GG

kerinduanku akan sesuatu kembali mengemuka. aku ingin berada pada udara itu lagi…aku ingin bernafas pada aroma yang sama. aku ingin kau yang mungkin tidak bisa menarikku, paling tidak berjalan bersamaku kearah sana; sambil kau pegangi erat tanganku sehingga aku dan kamu tak lagi terjatuh seperti dulu. aku menghujat kesalahanku akan hal itu, aku bersimpuh memohon ampunan-Nya atas segala khilaf dan dosa…semoga masih ada waktuku dan kamu untuk menebus segala alpa…aku rindu saat itu kembali padaku, dan datangi kau kekasihku!

PS: SELAMAT ULANG TAHUN MY DEAREST LULUW!

AKU BUTUH TIDURRRSEKARANG  ZZZZzzzzzzzzzzz

PMS

January 9, 2008

Anjrit!

Sumpah ye, daripada harus senewen ga jelas begini, mengutuk dengan bahasa kebun binatang dengan kumplit, dan tersinggung atas ini itu, kalau boleh milih tentunya, mending gue sakit perut atau pegel2 deh! penyakit bulanan yang menyiksa, bikin hati naik turun ga jelas, bikin tangis jadi sumber mata yang lebam, bikin panas hati yang tidak mau mendingin…rese, bete!

kenapa juga orang2 disekitar, ari gini, malah suka bikin masalah tambah pelik dan rumit, yang biasa dibikin luar biasa, yang seharusnya malah disalah2kan. Heran, kala ini mudah sekali setitik salah orang untuk terlihat dengan sangat jelasnya,ya?! dan ada aja bahkan sering aja tiba2 persoalan muncul didepan mata.sulit memandang sesuatu dengan belok2, maunya lempeng, yang ga pake lempeng langsung gue libas! babiiiiiiiiiiii!!

kalau begini rasanya mau teriak2 menangis, loncat untuk bunuh diri (tapi takut mati) bete resek anjriiiiit!!!!!!!!!!!!!

mendinga kembali ke kebiasaan lama saat penyakit ini melanda, kurung diri dalam kamar, ga perlu ketemu manusia kalau bisa, ga perlu berinteraksi lewat alat dan media komunikasi apapun, karena bawaannya mau maraaaaaaaaaaah!!!!

GG

sorry buat yang udah bete karena bete gue, tapi saat ini gue masih belum nyesel.. masih dalam ambient bete berat! kenapa perempuan harus dapet diiringi beginian siiiiiiiiiiih!?!

Aku Benci!

January 9, 2008

Aku benci orang penggerutu!

yang gemar melakukan komplain akan ini itu tentang hal tidak penting dan terlebih hal yang sudah lewat. mengeluhkan segala hal yang dapat dan mungkin ia keluhkan. menyesali segala sesuatu yang terjadi diluar kemauannya. berandai-andai tak jelas jikalau sesuatu tak pernah terjadi.membuat orang yang tidak sengaja terlibat pada ‘dosa’ masa lampau sebagai pesakitan yang patut disiksa dengan perkataan memojokkan yang berulang ulang. yang dengan suksesnya selalu mebuat suasana yang seharusnya penuh maaf menjadi penuh penyesalan. penggerutu yang menyebalkan!

Aku benci orang pelit!

yang punya tapi seolah tak punya, yang kaya tetapi berlagak dhuafa, yang bersembunyi dibelakang ketidaktaumaluan kalau berkaitan dengan menahan uang keluar, yang sebegitu pelitnya hingga menjadi benalu bagi lainnya. bukan hemat atau bijaksana namanya jika ngalub’ dan keterlaluan; yang saat harus terpaksa sekali mengeluarkan uang dari koceknya, seluruh dunia dan akhirat haruslah tau bahwa dia sedang bersusah, yang mengendit se endit2nya uang yang ada ditangan, yang memakai prinsip ekonomi bahwa pengorbanan sesedikit mungkin haruslah meghasilkan pendapatan semaksimum mungkin, yang demi mengejar uang rela mengorbankan orang lain, yang dikepalanya hanya uang dan uang yang menari-nari, yang amat sangat komersil dalam apapun! aarrggh, taukah mereka itu hanyalah halusinasi duniawi yang tidak akan mereka bawa ke liang lahat?!

Aku benci orang yang plin plan,

yang perkataannya bisa berubah secepat kelebatan ikan di air, yang tidak mengerti akan arti pentingnya sebuah konsistensi, yang tidak bisa di pegang semua omongannya, yang tidak pernah punya ketetapan hati, yang sering menyakitkan sebuah harapan, yang sering menyisakan kekecewaan dihati orang lain, yang mulut dan hatinya tidak satu arah, yang tidak jelas dan tidak tau akan sesuatu bernama kepastian, yang tidak pernah bisa diandalkan, yang semaunya dan seenak udelnya merubah sesuatu yang sudah pasti dan yang tak pernah mengerti bahwa orang lain yang kecewa bukanlah beda mati yag bisa mengikut kemana ia tiba-tiba berkehendak. Sadarkah mereka bahwa orang enggan berhubungan dengan ketidakpastian?

Ketiga sifat yang menjelaskan egoisme dari siempunya sifat. oportunis sejati yang tidak pernah memikirkan orang disekitarnya. pendenial ulung yang akan merasa dia bukan bagian satu atau lebih dari ketiganya; yang berkehendak asal dia diuntungkan.

Aku sungguh benci mereka!

Aku benci aku yang membenci aku.

***

Di sarikan dari: pengeluh yang mengeluhkan keluhan…

GG

Lawan Bicara

January 5, 2008

Pernah memperhatikan gesture, posisi, dan isi pengutaraan komunikasi dari lawan bicara kita? misalnya; jika lawan bicara sangat pasif, atau malah terlalu aktif, atau acuh tak acuh, atau mata dan pandangannya tidak bisa diam, atau menatap penuh makna, atau nada bicara yang merendahkan, atau malah tersurat rasa kurang percaya diri?

saya hampir selalu memperhatikan hal2 kecil tersebut.. bahkan belakangan karena lokasi yang membentang jarak, maka bukanlah gesture yang bisa saya jadikan acuan, tapi hanya dari nada tulisan dan bicara orang tersebut terhadap saya. lucunya dari komunikasi tersebut, saya dengan cepat bisa menangkap apakah lawan bicara saya sebenarnya hanyalah seorang dengan persepsi underestimate pada saya sehingga semua perkataan saya akan dia carikan counter argument/ pembantahan-nya yang bertujuan entah menghina atau sok tau sehingga membuat saya merasa tersudut, merasa serba salah,terhakimi, malu dan rendah diri; atau justru sebaliknya, berkomunikasi dengan orang yang selalu menganggap saya sebagai ‘mercu suar’ yang tak terjangkau, semua omongan saya diangap magis dan shopisticated dan tidak bisa dijagkau pikirannya sehingga demi memupuk percaya dirinya, lawakan sinis dan melecehkan yang malah muncul dari percakapan dia dan tak jarang malah jadi nggak nyambung samasekali…

ah, kalau boleh saya tidak memilih dua jenis lawan bicara itu. keduanya hanya membuat saya merasa ilfil dan buang waktu saja. kepada jenis2 lawan bicara itulah saya biasa untuk mengurungkan niat saya bertatap muka atau maya…

sah rasanya jika saya melakukan ’selective action’ kepada lawan bicara saya, memilah hanya orang2 yang bisa menghargai lawan bicaranya duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi tanpa pretensi apapun, tanpa apriori dan tetek bengek lainnya?! karena pada dasarnya manusia memang terlahir dengan pikiran yang bisa memilih atas apa yang ia sukai…betul-kan?

arrgh, saya rindu lawan bicara yang bisa memperlakukan dan menganggap saya apa adanya; sama rata; sehingga pembicaraan bisa mengalir dengan baiknya dan alamiah-nya tanpa harus perlu keluar tenaga!

GG

kunantikan selalu kelak, denganmu… dimana percakapan puluhan jam-pun tak pernah kehabisan kata dan makna; lawan bicaraku!

Kekuatan Cinta

January 3, 2008

Aakcl"Saat ini ku berdiri menjadi saksi akan kemenangan sebuah cinta. Dimana nasib dan liku kehidupan tak kuasa menggambarkan sebuah takdir Sang Kuasa…"

GG, 2007

Dahulu,

belum pernah kulihat tulus cinta yang menyayat hati saat perpisahaan yang tak dikehendaki terjadi.

belum pernah kulihat dua biduk yang seharusnya mengayuh satu kapal terpaksa berpisah menjadi patah..

dan belum pernah juga kulihat persatuan yang begitu melegakan hati dan mengampuni semua kekhilafan masa silam…

Kala itu,

ditengah ketidak percayaan dan ketidak niscayaan yang menyisakan hampir harapan hampa, dengan uraian tangis dan entah darimana aku percaya bahwa kalian akan bersama. entah bagaimanapun jalannya…

dimana semua orang berkata tidak mungkin, dan jalan yang harus dilalui serasa terlalu terjal dan berliku, tak sedikitpun aku ragu akan cinta kalian…

dimana hanya hambatan dan pertikaian yang mewarnai hari-hari kalian, dengan lirih namun yakin aku percaya bahwa kelak masa itu akan kalian jelang

Saat ini,

ketika kulihat kokoh semakin menyelimuti sebuah harapan, saat rencana sudah menjadi kenyataan dan ketika ketidakmungkinan dan ketiadaan menjadi berlawanan arah..

dengan amat sangat bahagia aku bisa tersenyum lega…

indahnya menjadi saksi akan kekuatan cinta, dimana cinta akan menemukan jalannya walau bagaimana..

Doaku,

semoga jalinan cinta suci ini bisa kalian jaga dan pelihara

karena aku (masih) mau menjadi saksi dari kebahagiaan kalian yang lain kelak, hingga akhir menutup masa…

GG

To my dearest A & A,

maaf tanpa ijin kubuatkan tulisan ini juga ‘mengkuote’ gambar kalian yang katanya terbaik.

hanya tiba2 aku terpikirkan akan kalian…

Jika saatnya tiba nanti, aku akan menjadi pihak ketiga yang teramat berbahagia selain kalian dan keluarga.

love u both so much!

CDA 1: Unjung2

January 2, 2008

Adalah kebiasaan bagi kami student di australia, terutama penerima beasiswa gretongan untuk melakukan ritual ‘unjung2′ antar city. Les IAP/persiapan kami di jakarta atau bali yang memungkinkan kami untuk punya teman dan networking dalam waktu yang cukup singkat  merupakan previllege tersendiri yang menguntungkan. misal saja jika dalam satu angkatan kursus ada teman2 sebanyak 300an orang lebih, terbagi atas term 6 & 8 minggu, 3, 6 dan 9 bulan; tiap2 orang tersebar di kota perth, canberra, sydney, melbourne, adelaide, new castle, brisbane, dll; maka dengan sedikit menyisihkan uang saku atau dengan bekerja buruh kasar saja kota2 itu bisa kita datangi dengan (seringnya) gratisan. gratisan?

ya,

sudah umum dan wajar soal unjung2 ini berbuntut numpang menumpang di rumah teman dimana kotanya kita tuju.. biar kata satu kamar berukuran 2×3 saja, bisa 3-5 orang didalamnya, sempil2an, yang penting ada tempat untuk tidur. karena tidur bukanlah hal esensial; cuma sekedar tempat untuk menaruh barang, numpang mandi, memejamkan mata, dan kalau lucky, siempunya kamar.rumah akan menyediakan makanan seadanya untuk sarapan atau bekal,

ah ha!

kunjugan 2 hari hingga 1 minggu itu dimanfaatkan se pol2nya untuk mengunjungi, kalau bisa, seluruh sudut kota hingga ke tempat2 yang biasanya malah belum pernah didatangi oleh yang mengantar/yang punya kota.. he he he

fenomena ini menarik sekali, karena terkadang si A punya teman B tinggal di kota X diajak menginap di rumah temannya C di kota Y, kelak saat C atau temannya C mau mengunjungi kota X, maka C bisa dengan leluasa menghubungi A atau B atau temannya A/B untuk menyediakan ‘balasan’ akomondasi bagi mereka di kota ‘X’ tersebut. terus begitu pada akhirnya dua orang yang samasekali belum pernah bertemu atau berkenalan bisa menjadi dekat karena ritual unjung2 ini..

jelas secara ekonomi fenomena ini menguntungkan bagi pihak yang menumpang. selain irit, dapat penginapan gratis, tak jarang unjung2 diiringi dengan ‘full guidance of the city’, jadi waktu kunjungan bisa dimaksimisasi dan yang pasti, foto2 bisa tercapture dengan jelas!

bagi yang ditumpangi,bisa jadi kunjungan teman dari kota lain justru membuat mereka tau tempat2 baru di kota mereka;yang semula gak kepikiran untuk dikunjungi, jadinya kesampaian juga. keuntungan lain adalah, itu bisa dibilang semacam investasi. seperti dijelaskan contoh diatas, kelak jika butuh untuk unjung2 balasan, sudah ada ‘cadangan’ untuk menginap di kota lain…

tak jarang memang, ada beberapa orang yang tidak mengerti membalas budi… sudah dapat full service di kota lain, saat ia dikunjungi, ada saja alasan untuk menolak.. yah itung2 resiko lah..

aku salah satu yang menikmati ritual ini, dari masa 4 tahunku disini, sudah sekian kota kukunjungi dengan ‘gratisan’, ataupun kalau perlu sampai menginap di  bacpakers yang murah2 saja, tur keliling kota akan dipandu dengan nyamannya, plus pake diplanning kemana-kemana.. ya pokoknya itu, jadi ahli untuk arrange tur dalam dan luar kota deh…

aaarrrgggh,

I’ll miss this ritual!

GG

030108