dulu aku pernah begitu mengaguminya..

bunga sederhana yang manis, kesederhanaan dan pancaran keindahannya mengungguli bung-bunga disekitar taman itu. walau terik panas matahari menerpa, angin berhembus dengan kencangnya atau hujan yang tak kunjung tiba atau bahkan turun dengan derasnya, bunga itu tak pernah lalai menjalankan tugasnya…

setiap saat, diantara onak yang melekat di tubuhnya, bunga itu selalu mengeluarkan kuntum baru yang siap bermekaran sepanjang tahun… wanginya yang harum sungguh tepat menerbitkan rasa bahagia dan senyum dari indera penciuman siapapun…

bunga itu mencuri hatiku, bahkan disaat jauhpun, aku selalu memikirkannya..

sekian lama berselang, setelah jeda sejak pertemuanku terakhir dengannya, akhirnya aku berkesempatan kembali datang ke taman itu. sekian lama mencari diantara rimbunan bunga-bunga yang lain yang tiba2 menjadi lebih indah, ku tak jumpai bungaku lagi… dengan teliti kusisir taman itu dengan pandanganku. berkali kali hingga penglihatanku memerah dan berair; masih juga luput..

hingga akhirnya aku terduduk dan menebar pandanganku ke tanah… aneh, tanah masih terlihat basah, udara sudah bebeberapa bulan sangat bersahabatnya, dengan sinaran matahari yang tidak panas dan hembusan angin yang menyejukkan, kulihat ada batang hampir mati yang tak lagi berdaun dengan tinggal sebuah bunga layu busuk didekatnya…

itu bungaku. bungaku terbilang hampir mati di udara sebagus ini? bungaku memilih untuk menjadi layu dan tak lagi menarik dengan alasan yang tak pernah ku ketahui walau hatiku ingin menjerit dan menuntut penjelasannnya…

melangkah gontai dengan sungguh kecewanya aku menjauhi taman itu..

bungaku tak lagi seindah dulu…

bungaku tak lagi berharga dihatiku…..

 

GG

why?!

2 Responses to “bungaku tak lagi berharga dihatiku…..”

  1.   bundaeisha said:

    mba Gita
    aku kok ngerasain seperti yang mba gita lukiskan ya,

    duh sedih,
    aku juga merasa “dia” (just my old best friend)
    menjauh dariku, dan berubah…

    analogi mba Gita kok bisa pas ya…

  2.   lu said:

    hwell I guess this is life mba. bunga mba Gita lebih memilih bertahan dalam terperangkap dalam ketidakberdayaan yg sebenarnya boleh dan bisa dilawan

Leave a Reply