Tiga Puluh Satu Tahun

December 8, 2008

ternyata sudah setahun penuh sejak serangan fajar dari teman2 ku di asrama itu.

sudah setahun yang lalu pula puncak kekhawatiranku memasuki usia kepala tiga yang ditangkap dengan jelas oleh sahabat2ku saat itu…

kali ini usiaku sudah tiga puluh satu.

di usia ini kedewasaan bertambah dengan lambat tanpa mengidahkan satuan waktu; namun berkah yang berlimpah selalu menyertaiku, Alhamdulillah…

di usia yang seharusnya matang ini aku masih mencari aku, walau tidak lagi se gamang dahulu… tujuan hidupku lebih jelas sekarang, aku memiliki suami yang begitu mencintaiku dan keluargaku, meskipun tak seromantis pria berkuda putih dalam impian masa mudaku dahulu.. di Rahimku Insya Allah ada ade junior yang sedang menari2 dan bertumbuh menjelang kedatangannya ke dunia ini… gelarku pun akhirnya sudah bisa ku nikmati, sungguh, tiada terkira Karunia Allah kepadaku… Subhannallah… sesuatu berkah yang banyak yang harus di preserve (Mumun, 2008)…

Terima kasih kepada semua orang yang begitu menyayangi saya, diluar kekanak2an dan ke luguan yang saya miliki, diluar sikap sensitif dan kasar yang sengaja atau tidak saya lakukan, berkah lainnya adalah memiliki keluarga dan teman yang begitu baiknya…

entah apa tujuan saya menulis ini, mungkin rasa syukur yang tiada taranya kepada Allah dan semua pihak…

I couldn’t thank enough….

GG

3 Responses to “Tiga Puluh Satu Tahun”

  1.   cici said:

    Barakallah mba Gitaa…for yur happy & joyful live
    salam buat sikecil diperut dan Ayahnya yahhh

  2.   lu said:

    Sama2….(LOH?)

  3.   Dian said:

    Selamat Ulang tahun bu Gita alias Ny. Anies, Mudah-mudahan bertambah bunga-bunga dalam hidup

Leave a Reply